= Menu

FS Bali Corp
« Breaking News

Indeks MSCI Asia Pasifik Alami Penurunan Terpanjang Sejak 2015

Posted 2017-12-06 15:49:49 WITA

(Vibiznews - Index) - Bursa saham Asia alamai penurunan terpanjang dalam dua tahun dipimpin saham-saham teknologi, pertambangan, consumer dan sektor industri. Bursa saham Jepang anjlok demikian juga indeks Hang Seng, Hong Kong. Dolar Australia dan imbal hasil obligasi setelah pasar kecewa untuk tingkat suku bunga yang tidak sesuai dengan perkiraan. Sementara indeks MSCI Asia Pacific turun untuk hari kedelapan, penurunan terlama sejak tahun 2015.

PDB Australia pada kuartal ketiga naik 2,8 persen dari tahun sebelumnya versus perkiraan 3 persen, memperkuat ekspektasi untuk tahun depan. Reserve Bank of Australia telah memberi isyarat bahwa tidak ada perubahan kebijakan jangka pendek karena belanja rumah tangga melambat di tengah tingkat hutang yang tinggi dan pertumbuhan upah yang stagnan.

Saham

Euro Stoxx 50 futures turun 0,9 persen pada awal perdagangan Eropa. Indeks berjangka S & P 500 turun 0,2 persen. Indeks yang mendasarinya tergelincir 0,4 persen. Indeks Topix turun 1,4 persen pada penutupan di Tokyo. Nikkei 225 Stock Average kehilangan 2 persen. Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 0,4 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,4 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong kehilangan 1,8 persen karena perusahaan China diperdagangkan di kota tersebut turun. Shanghai Composite Index turun 0,3 persen. MSCI Asia Pacific Index turun 1,2 persen.

Mata uang Dolar Aussie turun 0,3 persen menjadi 75,82 sen AS. Yen naik 0,5 persen menjadi 112,04 per dolar. Euro sedikit berubah pada $ 1,1829. Pound tetap lebih rendah, turun 0,3 persen menjadi $ 1,3400. Obligasi

Hasil pada Treasuries 10 tahun turun menjadi 2,33 persen, turun dari sekitar 2,40 persen seminggu yang lalu. Hasil obligasi Jerman 10 tahun turun dua basis poin menjadi 0,30 persen.

Komoditi

Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,4 persen menjadi $ 57,42 per barel. Emas berada di $ 1.268,53 per ounce setelah jatuh 0,8 persen pada hari Selasa. Tembaga berjangka naik 0,6 persen setelah merosot 4,7 persen, terbesar sejak Januari 2015.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

« Breaking News