Harga emas jatuh pada Selasa (10/09) pagi di Asia lantaran minat terhadap aset berisiko di kalangan investor tampaknya kini telah pulih kembali. Emas Berjangka untuk penyerahan Desember merosot 0,9% capai level $1,497.95 per ons pada pukul 11.15 WIB berdasar data divisi Comex di New York Mercantile Exchange (NYMEX).

Perkembangan positif perdagangan antara AS dan Cina mendorong saham-saham bergerak maju di bulan ini di kala kedua belah pihak mengkonfirmasi pertemuan langsung bakal berlanjut di bulan Oktober. Hal tersebut menyebabkan emas kehilangan daya tariknya.

Pasar saham Asia bergerak variasi hari ini dengan saham-saham Cina berkinerja buruk menyusul rilis data inflasi yang lemah. Bursa Australia juga mengalami kemerosotan akibat kepercayaan bisnis yang juga menurun.

Secara terpisah, laporan bahwa pembelian besar bank sentral Cina yang melambat juga memberi tekanan pada harga emas.

Bank Rakyat China (PBOC) meningkatkan kepemilikan emasnya menjadi 62,45 juta ons pada Agustus dari 62,26 juta ons sebulan sebelumnya, menurut data di situs web bank sentral pada akhir pekan. Namun, itu hanya mewakili pembelian sebanyak 5,91 ton dalam sebulan, setelah rata-rata melakukan pembelian bulanan sebesar 11,75 ton sejak Desember silam.

Meskipun jatuh hari ini, harga logam mulia telah meningkat sekitar 19% untuk tahun ini hingga pertengahan Agustus. Prospek suku bunga yang lebih rendah dan peningkatan permintaan safe haven di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global disebut sebagai faktor penghambat tren kenaikan emas.

Source : investing.com