JakartaBank Sentral AS, The Fed, diprediksi akan kembali memangkas suku bunga acuan di bulan ini. Meski begitu, pemangkasan suku bunga tersebut diramal tidak terlalu agresif, yakni hanya sekitar 25 bps.

Harapan yang belum tentu terealisasi itu sempat memboyong pasar keuangan Indonesia ke Utara pada dua hari ke belakang. Sayangnya, hal itu tidak berlaku lagi untuk perdagangan Rabu (11/09/2019) hari ini. Misalnya, rupiah yang sejak pembukaan pasar pagi tadi sudah terdepresiasi 0,04% ke level Rp14.030 per dolar AS.

Sejalan dengan aksi profit taking yang ramai dilakukan pasar, depresiasi rupiah kian menebal hingga sempat menyentuh minus 0,11%. Adapun hingga pukul 09.48 WIB, rupiah terkoreksi 0,07% ke level Rp14.060 per dolar AS.

Bukan hanya di hadapan dolar AS, rupiah juga tertekan di hadapan mayoritas mata uang dunia, seperti euro (-0,15%), dolar Australia (-0,02%) dan poundsterling (-0,01%).

Sementara di Asia, rupaih tercatat melemah terhadap dolar Taiwan (-0,07%), dolar Hongkong (-0,06%), dan dolar Singapura (-0,01%). Beruntungnya, mata uang Garuda itu masih dapat unggul di hadapan ringgit (0,21%), won (0,08%), baht (0,07%), dan yen (0,06%).

Source : investing.com