Minyak Mentah WTI Berjangka AS melesat 0,8% ke $57,87 pada pukul 10.23 WIB. Minyak Brent Berjangka Internasional meningkat 0,6% menjadi $62,78.

Harga minyak berada di bawah tekanan pada hari sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump memecat John Bolton sebagai Penasihat Keamanan Nasional. Beberapa mengatakan kepergiannya itu mengurangi potensi aksi militer AS baru di Timur Tengah.

Keputusan tersebut muncul ketika Trump “sangat tidak setuju dengan banyak sarannya,” menurut tweet presiden. Bolton, yang dikenal karena mendukung intervensi langsung di Iran, bersikeras ia berhenti.

“Berita Bolton ini merupakan pandangan bearish karena Bolton adalah pengkritik terkenal di Iran dan pasar berasumsi bahwa hal ini telah membuka pintu untuk melakukan pembicaraan dengan Iran dan mungkin saja berlanjut pada pencabutan sanksi,” urai Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

“Saya pikir reaksi ini berlebihan tapi akan kita lihat,” tambah Flynn, yang biasanya memiliki prospek bullish terhadap minyak.

Tetapi harga minyak pulih setelah rilis data API, yang menunjukkan persediaan minyak mentah turun 7,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 6 September menjadi 421,9 juta, dibandingkan dengan ekspektasi analis penurunan sebesar 2,7 juta barel.

Badan Informasi Energi (EIA) akan merilis laporan mingguan hari ini. Laporan bulanan OPEC juga akan dirilis pada hari yang sama.

Juga faktor yang mendukung harga adalah pernyataan dari Pangeran Abdulaziz bin Salman, menteri energi baru Arab Saudi, yang mengatakan kerajaan tidak akan mengubah kebijakannya untuk memangkas produksi hingga 1,2 juta barel per hari.

Source : investing.com