Yen menguat dari level terendah tujuh minggu terhadap dolar AS pada hari Kamis (19/09) setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter, setelah keputusan Federal Reserve menurunkan suku bunga semalam.

Dolar melemah 0,44% ke 107,95 yen pada pukul 02:32 ET (6:32 GMT) setelah BoJ mempertahankan kebijakan stabil, seperti yang diharapkan, tetapi mengisyaratkan bahwa kebijakan tersebut bisa melonggar di bulan depan.

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah melonggarkan kebijakan untuk melawan risiko inflasi yang rendah dan juga resesi.

The Fed memotong suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini pada Kamis dini hari dalam hasil pemungutan suara anggota dewan dengan perbandingan 7-3. Pemotongan suku bunga itu sesuai ekspektasi, tetapi pemungutan suara yang diambil telah menimbulkan beberapa kekhawatiran tentang perkiraan jalur masa depan kebijakan moneter.

Ketua Fed Jerome Powell menggambarkan prospek AS dalam keadaan yang “menguntungkan” dan suku bunga bertindak sebagai “asuransi.” Ia tidak mengesampingkan pemotongan di masa depan, tetapi pernyataannya tidak terlalu dovish seperti yang diharapkan pasar.

Euro naik 0,1% terhadap dolar mencapai 1,1045, sedangkan Pound Inggris sedikit berubah pada level 1,2468.

Investor kini menanti pertemuan kebijakan Bank of England Kamis. BOE diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga tidak berubah, tetapi ketidakpastian Brexit telah mempersulit prospek kebijakan moneter ke depan.

Dolar Australia jatuh 0,6% pada level 0,6786 setelah data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran negara itu tanpa diduga naik pada bulan Agustus, menggarisbawahi kasus untuk menggelontorkan stimulus tambahan dari Reserve Bank of Australia.

Source : investing.com