Kekhawatiran perlambatan ekonomi AS dan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut pasca melemahnya data manufaktur AS membuat dolar tak berdaya pada Rabu (02/10) pagi. Hal itu timbul lantaran investor mengalihkan aset ke opsi lain yang lebih aman.

Menurut berita yang dilansir Reuters Rabu (02/10) pagi, uji coba rudal Korea Utara dini hari tadi hanya mempertegas perpindahan aset tersebut, yang mendorong yen Jepang, franc Swiss dan emas sedikit menguat.

Data yang dirilis semalam menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada bulan September ke tingkat terlemah selama lebih dari satu dekade dan memicu greenback merosot tajam dari level tertinggi selama lebih dari dua tahun.

Dolar melemah ke 0,9923 terhadap franc Swiss, setelah sempat stabil, dan sedikit turun ke 107,64 terhadap yen.

Dolar melemah tipis pada level $1,0940 per euro (EUR=) dan anjlok terhadap dolar Australia dan Selandia Baru, sementara pasar ekuitas juga merosot.

Institute for Supply Management mengatakan indeks aktivitas pabrik AS turun menjadi 47,8, angka terendah sejak Juni 2009. Angka di bawah 50 menandakan sektor pabrik domestik sedang berkontraksi.

Terhadap sejumlah mata uang (DXY), dolar sedikit melemah di 99,087, setelah mencapai tingkat tertinggi dua tahun di 99,667 semalam.

Source : investing.com