Harga minyak turun pada perdagangan Selasa waktu setempat, karena data manufaktur di Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan sehingga memicu kekhawatiran atas potensi perlambatan permintaan energi.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun USD0,45 menjadi mantap pada USD53,62 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun USD0,36 menjadi ditutup pada USD58,89 per barel di London ICE Futures Exchange.

Data yang dirilis Selasa oleh Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada September. Indeks Manajer Pembelian manufaktur AS sebesar 47,8% atau turun 1,3 poin dari persentase Agustus 49,1%.

Capaian tersebut juga di luar prediksi Ekonom yang dalam survei MarketWatch memperkirakan indeks mencapai total 50,2%. Dengan data ekonomi AS tersebut melemahkan prospek permintaan minyak mentah.

Sementara itu, harga minyak mendapat dukungan dari laporan penurunan output pada produsen minyak utama. Demikian dikutip dari Xinhua, Rabu (2/10/2019).

Menurut survei Reuters, produksi minyak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak turun 750.000 menjadi 28,9 juta barel per hari pada September di tengah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Sudah delapan tahun sejak OPEC terakhir memproduksi sangat sedikit.

Source : okezone.com