Laporan lapangan kerja di Amerika Serikat yang lebih baik dari estimasi mendorong reli harga emas berhenti sejenak pada hari Jumat (04/10). Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa ia mungkin ingin menurunkan suku bunga lagi untuk menghentikan inflasi agar tidak turun terlalu rendah. Hal ini membantu posisi beli logam kuning dan membuat pasar bertahan di atas level support $1.500.

Emas berjangka AS untuk penyerahan Desember ditutup melemah sebesar 90 sen, atau 0,1%, menjadi $1.506,20 per ons setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan Gaji Nonpertanian sebesar 136.000 untuk bulan September, yang membantu menurunkan tingkat pengangguran Amerika ke level terendah selama 50 tahun.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan emas fisik, meningkat sebanyak $2,42, atau 0,2%, pada $1,507.44 pukul 14.50 ET (18:50 GMT).

“Emas terus bersinar cerah di masa-masa penuh gejolak ini, antara lain, karena permintaan yang tinggi atas aset safe haven,” kata Fawad Razaqzada, analis FOREX.com dalam catatan. “Juga mendukung logam mulia adalah dolar AS yang melemah dan kenaikan harga obligasi – atau dengan kata lain, penurunan imbal hasil – karena ini meningkatkan daya tarik aset yang tidak menarik seperti emas dan perak.”

Sejak mencapai tingkat terendah selama dua bulan pada $1,465 dalam perdagangan harian Selasa silam, emas berjangka telah naik lebih dari $41, atau hampir 3%.

The Fed kini mengkaji strategi yang mungkin bisa membantu untuk mencapai target inflasi 2% secara seimbang dan berkelanjutan, Powell menyatakan dalam pidato pembukaan di acara ‘Fed Listens’ yang disponsori oleh Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve di Washington. Ini akan membantu mencegah ekspektasi inflasi dari penurunan yang terlalu rendah karena tampaknya telah dilakukan pada beberapa negara maju, tambahnya.

Sepanjang tahun ini, The Fed telah melakukan dua kali penurunan suku bunga sebanyak 25 basis poin secara berturut-turut pada Juli dan September untuk mencoba dan menjaga rekor pertumbuhan ekonomi selama satu dekade di AS.

“Di kala kami percaya strategi dan alat kami telah dan tetap efektif, ekonomi AS seperti ekonomi maju lainnya di seluruh dunia menghadapi beberapa tantangan jangka panjang – mulai dari pertumbuhan rendah, inflasi rendah dan suku bunga yang juga rendah,” ujar Powell.

Peluang pengurangan suku bunga Fed bulan Oktober turun menjadi 77% dari sehari sebelumnya sebanyak 87% pada hari Jumat, menurut Alat Monitor Suku Bunga Fed Investing.com setelah berita tenaga kerja nonpertanian di AS rilis.

Source : investing.com