© Reuters.

Dolar mendapatkan dukungan Selasa (08/10) pagi sementara para investor masih menunggu dan berhati-hati menyoroti hasil perundingan dagang Cina-AS di Washington lantaran kedua belah pihak tidak menunjukkan tanda-tanda bakal melunak dalam negosiasi tersebut.

Menurut berita yang dilansir Reuters Selasa (08/10) pagi, greenback naik semalam seiring dengan upaya penghindaran risiko dan ekspektasi yang rendah atas terobosan baru kesepakatan perdagangan dan mempengaruhi mata uang yang terpapar kondisi perdagangan global seperti dolar Australia dan Selandia Baru, yuan Cina serta won Korea.

Dolar terus menguat pada sesi perdagangan pagi di Asia, tetapi bergerak tipis lantaran pasar mata uang berhasil menjaga pola bertahan. Mempengaruhi sentimen pasar saat ini yakni berita seputar survei sektor jasa Cina sekitar pukul 0145 GMT.

Dolar sedikit turun dari tingkat tertinggi dalam sepekan terhadap yen Jepang menuju 107,30 yen. Kurs dolar juga sedikit stabil melawan euro (EUR=) di sekitar $1,0971 di mana mata uang tunggal Euro perlahan naik dari level terendah 2,5 tahun yang dicapai pekan lalu.

Dolar bergerak mendatar terhadap dolar Australia pada level $0,6728 dan stabil terhadap dolar Selandia Baru di $0,6286. Terhadap sejumlah mata uang (DXY), dolar tenang di kisaran 98.976.

Yuan Cina, mata uang paling sensitif terhadap negosiasi perdagangan, mendatar pada perdagangan luar negeri di 7.1330 per dolar dan perdagangan dalam negeri bakal berlanjut pukul 01.30 GMT setelah istirahat selama sepekan lantaran menjalani libur nasional di Cina.

Pertemuan tingkat perwakilan antara juru runding perdagangan AS dan Cina telah dimulai di Washington pada hari Senin namun hanya sedikit tanda-tanda kemajuan.

Perundingan tingkat atas bakal berlanjut pada Kamis ini ketika Wakil Perdana Menteri Cina Liu He bertemu dengan Perwakilan Dagang Senior AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Perundingan tersebut berlangsung dalam waktu seminggu sebelum pemberlakuan kenaikan tarif AS atas barang-barang Cina senilai $250 miliar, menjadi 30% dari sebelumnya 25%.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kenaikan tarif itu akan berlaku jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi. AS juga menambahkan 28 biro keamanan publik dan perusahaan Cina lainnya ke dalam daftar hitam perdagangan pada hari Senin.

Source : investing.com