Dolar AS jatuh pada Kamis (10/10) malam setelah data ekonomi inflasi harga konsumen meningkat tapi tak penuhi target ekspektasi pada bulan September dan ini mendorong kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve sebelum akhir tahun.

Penjualan mobil bekas turun ke tingkat terendah dalam setahun lantaran indeks harga konsumen inti naik hanya 0,1% dari bulan sebelumnya, menurut Departemen Tenaga Kerja AS. IHK yang lebih luas tidak berubah dan 1,7% dalam setahun.

Sementara itu angka pengangguran rilis Kamis malam menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja masih kuat dan dapat menyulitkan pengambilan keputusan dari The Fed. Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan pengangguran menurun dan tingkat pengangguran tetap mendekati level terendah selama 50 tahun pada 3,5%.

Indeks dolar AS melemah sebanyak 0,4% menjadi 98,73 pada pukul 12:00 ET (16:00 GMT).

Yen Jepang, yang dianggap sebagai salah satu aset safe haven di tengah gejolak pasar, turun dengan USD/JPY menguat 0,4% ke 107,92.

Di tempat lain, sterling melonjak setelah Perdana Menteri AS dan Irlandia merilis pernyataan bersama yang mengatakan mereka melihat potensi jalur menuju tercapainya sebuah kesepakatan Brexit. Kala ada beberapa rincian dalam siaran pers tersebut, berita itu membantu meningkatkan harapan bahwa perundingan bakal terus berlanjut dan No Deal Brexit bisa dihindari menjelang pertemuan puncak Uni Eropa pekan depan.

GBP/USD melesat sebesar 1,4% mencapai 1,2371, sementara EUR/USD naik 0,5% menjadi 1,1020.

Source : investing.com