Rupiah kembali menguat terhadap Dolar AS, mengungguli Yen Jepang yang turun 107.92 per dolar, didorong oleh sentimen negatif akibat rilis data

harapan perkembangan perundingan dagang AS-Cina dan komentar positif dari Eropa terkait Brexit, yang menagkibatkan Poundsterling dan Euro menguat.

Sejak pembukaan pasar spot Jumat (11/10) pukul 09.00 WIB berdasarkan data indeks investing.com, nilai tukar rupiah terus menguat ke level Rp14.137,5 per dolar AS. Penguatan terus berlanjut dan terhitung hingga pukul 11.00 WIB, rupiah menguat 0,01% dan mendorong dolar AS ke level Rp14.143,5.

Yang melemahkan dolar terhadap Rupiah ialah rilis data harga konsumen AS pada hari Kamis yang tidak berubah pada bulan September dan inflasi yang melambat, mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan Oktober.

Selain itu, Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar mengatakan pada hari Kamis kesepakatan Brexit kemungkinan dapat disepakati pada akhir Oktober untuk memungkinkan Inggris meninggalkan Uni Eropa secara tertib, setelah pertemuan yang dinilai sangat positif dengan Boris Johnson.

Irlandia adalah faktor utama dalam kebuntuan Brexit yang berkepanjangan.

Sterling terakhir diperdagangkan pada $ 1,2431, setelah naik hingga $ 1,2469 pada hari Kamis. Euro juga menguat terhadap dolar, naik ke $ 1.1007.

Mata uang Cina Yuan yang diperdagangkan di luar negeri mengalami kenaikan menjadi 7.105 per dolar AS.

Source : investing.com