Harga Minyak Jatuh hingga 2% Tertekan Penguatan Dolar AS

Harga Minyak Jatuh hingga 2% Tertekan Penguatan Dolar AS

Category : Comodities

Harga minyak dunia merosot hingga 2% pada perdagangan Senin (14/10/2019) waktu setempat. Hal ini dikarenakan kekhawatiran bahwa permintaan minyak mentah global akan tertekan akibat kesepakatan dagang AS-China yang masih abu-abu.

Harga minyak juga tertekan oleh Dolas AS yang mempunyai hubungan terbalik. Kenaikan dolar pun disebabkan pudarnya harapan kesepakatan AS-China serta kelanjutan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Melansir Reuters, New York, Selasa (15/10/2019), minyak mentah Brent ditutup melemah USD1,16 atau 1,92% ke USD59,35 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun USD1,11 atau 2,03% ke USD54,59 per barel.

Minyak

Pada Jumat malam, Washington dan Beijing menjabarkan tahap pertama dari kesepakatan perdagangan dan menangguhkan kenaikan tarif A.S. minggu ini. Brent dan WTI naik lebih dari 3% minggu lalu, kenaikan mingguan pertama mereka sejak 20 September, pada tanda-tanda kemajuan menuju kesepakatan perdagangan yang akan mendorong permintaan minyak mentah.

Tetapi optimisme bahwa negosiasi perdagangan yang dikira terbukti berhasil malah memudar. Ini karena China mengindikasikan diskusi lebih lanjut diperlukan dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan putaran berikutnya tarif impor Tiongkok masih akan mulai berlaku pada 15 Desember jika kesepakatan belum tercapai. saat itu.

Sebagian besar dari keuntungan pekan lalu datang setelah Amerika Serikat mengumumkan pada hari Jumat bahwa pihaknya mengerahkan lebih banyak pasukan ke Arab Saudi, dan setelah sebuah kapal tanker minyak Iran diserang di Laut Merah.

Harga minyak telah menarik beberapa dukungan dari kekhawatiran bahwa eskalasi lebih lanjut di sepanjang perbatasan Suriah dan Turki dapat mempengaruhi output atau ekspor dari Irak. Pasukan Suriah memasuki kota timur laut pada hari Senin.

Menteri energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan eksportir minyak menunjukkan komitmen serius terhadap pengurangan produksi global dalam kesepakatan antara OPEC dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung untuk mengubah kesepakatan OPEC +.

Menteri perminyakan Kuwait mengatakan masih terlalu dini untuk membahas kemungkinan penumpukan persediaan minyak pada tahun 2020. Khaled al-Fadhel mengatakan kisaran harga $ 50 hingga USD70 per barel akan dapat diterima.

Source : okezone.com