Dalam satu hari, harga bisa menunjukkan perbedaan yang besar pada emas.

Pada Rabu (06/11) pagi, harga logam kuning ini jatuh ke level terendah lima minggu dan menjauh dari level psikologis $1.500. 24 jam kemudian, emas bergerak dengan meyakinkan dan kembali mendekati posisi bullish.

Emas rebound setelah kesepakatan perdagangan tahap satu AS-Cina tampaknya masih menunggu kepastian selanjutnya. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada Reuters bahwa pertemuan penandatanganan kesepakatan dagang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping bisa ditunda hingga bulan Desember dengan perundingan masih akan berlanjut terkait syarat-syarat akhir dan juga tempat penyelenggaraan.

Menjelang penyelesaian Rabu, emas berjangka untuk penyerahan Desember di COMEX meningkat $9,40, atau 0,6%, menjadi $1493,10 per ons, berjarak kurang dari $7 kembali menuju ke harga $1.500. Pada Rabu pagi, emas kontrak Desember jatuh sebesar 1,8%, kemerosotan yang terjadi dalam sehari sejak 30 September, untuk mencapai level terendah satu bulan di $1,480.70.

Emas Spot, yang mencerminkan perdagangan langsung emas fisik, naik $8,11, atau 0,6%, di $1,491.67 per ons pada pukul 14:30 ET (19:30 GMT). Harga telah jatuh 1,7% pada sesi sebelumnya.

Penurunan emas pada hari Rabu juga dibebani oleh ekspektasi bahwa Cina dan AS akan segera menyelesaikan kesepakatan perdagangan tahap satu yang akan mengembalikan semula sebagian besar tarif.

Indeks saham utama Wall Street juga bergerak turun dari rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir dan ini dipicu oleh spekulasi kesepakatan perdagangan yang bakal terwujud dalam waktu dekat.

“Harga emas bergerak naik setelah mengalami penurunan kemarin akibat berkurangnya posisi sell-stop dari kondisi overbought memicu terbentuknya level terendah di bawah $1.485,” jelas George Gero, analis logam mulia RBC Wealth Management di New York. “Pelemahan besar ini telah memberikan peluang pembelian bagi investor jangka panjang.”

TD Securities juga mempunyai pandangan yang sama, mengatakan: “Analisis menunjukkan bahwa bullish emas terus mempertahankan ‘position size’ di atas rata-rata.”

Di saat kesepakatan perdagangan AS-Cina sering disebut sebagai satu hal yang dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven, beberapa orang menyatakan bahwa logam mulia sebenarnya akan mendapat manfaat dari hal tersebut.

“Bagaimanapun, potensi kesepakatan perdagangan yang segera terwujud mungkin bukan hal buruk bagi emas,” kata Fawad Razaqzada, analis forex.com di London.

“Kita harus ingat bahwa Cina adalah konsumen besar logam mulia,” tambahnya. “Oleh karena itu, prospek kesepakatan perdagangan meningkatkan prospek permintaan fisik untuk emas baik secara langsung, maupun secara tidak langsung melalui penguatan yuan. Jadi, saya pikir prospek jangka panjang akan tetap mendukung jika Anda melihatnya dari sudut pandang ini.”

Source : investing.com