Dolar AS Stabil Ditengah Berita Terbaru Seputar Perdagangan International

Dolar AS Stabil Ditengah Berita Terbaru Seputar Perdagangan International

Category : Currency

Dolar AS stabil pada Jumat (15/11) siang di Asia dan trader masih terus mengevaluasi berita terbaru seputar perdagangan.

Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan Cina, menegaskan lagi pada konferensi pers mingguan bahwa Amerika Serikat harus menurunkan tarif sebagai bagian dari kesepakatan “tahap satu”.

“Perang dagang dimulai dengan menambahkan tarif, dan harus diakhiri dengan membatalkan tarif tambahan ini. Ini adalah kondisi penting bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan,” Gao menyatakan.

“Jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan tahap satu, penurunan tingkat tarif semula sepenuhnya akan mencerminkan betapa pentingnya kesepakatan tahap satu ini,” kata Gao, mencatat delegasi perdagangan kedua negara kini melakukan konsultasi mendalam membahas topik ini.

Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan Washington “semakin dekat” mencapai kesepakatan perdagangan dengan Beijing.

Kesepakatan mungkin tidak akan tercapai tepat pada waktunya untuk menghindari putaran baru tarif AS yang mulai berlaku pada 15 Desember menurut Financial Times mengutip sumber.

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Cina Xi Jinping diperkirakan bakal menandatangani kesepakatan pada KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Santiago, tetapi Chili membatalkan KTT itu pada akhir Oktober silam dengan alasan situasi dalam negeri.

Indeks Dolar AS bergerak stabil di 98.020 pada pukul 11:13 PM ET (03:13 GMT).

Pasangan USD/CNY turun sebesar 0,2% menjadi 7,0076.

People’s Bank of China (PBOC) tanpa diduga memperpanjang pinjaman melalui fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF) pada hari Jumat, sambil menjaga suku bunga pinjaman MLF satu tahun tidak berubah pada tingkat 3,25%.

PBOC juga mengatakan telah menyuntik stimulus senilai 200 miliar yuan ($28,60 miliar) ke dalam lembaga keuangan melalui alat likuiditas.

Pasangan NZD/USD naik 0,1% ke 0,6387. Dolar Selandia Baru melonjak pada hari Rabu ketika bank sentral negara itu tanpa diduga menahan suku bunga stabil.

Dolar Australia rebound 0,2% menjadi 0,6795 terhadap dolar AS setelah jatuh pada sesi sebelumnya di tengah kenaikan pengangguran di negara itu.

Source : investing.com