Dolar AS Sedikit Naik, Perundingan Dagang Masih Jadi Fokus

Dolar AS Sedikit Naik, Perundingan Dagang Masih Jadi Fokus

Category : Currency

Dolar AS sedikit naik dan mata uang Asia stagnan pada Selasa (03/12) pagi di Asia setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana untuk kembali mengatur tarif impor baja dan aluminium asal Brasil dan Argentina.

Pengumuman itu menyusul laporan ekonomi hari Senin di AS. Institute of Supply Management (ISM) mencatat bahwa aktivitas manufaktur mengalami kontraksi pada bulan November. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur ISM turun menjadi 48,1 pada bulan November, di bawah ekspektasi. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Dolar AS menguat pada perdagangan pagi di Asia. {{942611|Indeks Dolar AS} naik tipis 0,07% ke 97,92 pada pukul 8:50 PM ET (01:50 GMT).

Perundingan dagang AS-Cina tetap menjadi fokus setelah Trump mengatakan Senin bahwa penandatanganan dua undang-undang di AS minggu lalu yang mendukung para pengunjuk rasa di Hong Kong tidak akan membuat negosiasi menjadi lebih mudah, tetapi Cina masih menginginkan kesepakatan.

Selama akhir pekan, Global Times, tabloid nasional berbahasa Inggris di Cina, mencuit bahwa kesepakatan perdagangan tahap satu akan mengharuskan AS untuk menurunkan tarif. Gelombang tarif Amerika berikutnya atas produk Cina akan mulai diberlakukan pada 15 Desember mendatang.

Di Cina, bank sentral Cina PBOC menetapkan kurs tengah yuan di 7,0223 dan nilai ini sedikit lebih rendah dari tingkat hari Senin di 7,0409.

Pasangan GBP/USD turun tipis 0,03% menjadi 1,2933 menjelang digelarnya pemilu di Inggris pada 12 Desember. Hasil pemilihan umum bisa menentukan masa depan Brexit.

EUR/USD turun sebesar 0,05% menjadi 1,1072.

Pasangan USD/JPY menguat 0,07% ke 109,04.

Pasangan AUD/USD bergerak datar di 0,6817 dan NZD/USD sedikit turun 0,02% menjadi 0,6501.

Source:investing.com