Emas Menguat setelah AS Perbarui Ancaman Tarif Cina, Paladium Cetak Rekor

Emas Menguat setelah AS Perbarui Ancaman Tarif Cina, Paladium Cetak Rekor

Category : Comodities

Emas mengakhiri tekanan penurunan dengan berbalik menguat dari level terendahnya Selasa (03/12) pagi. Pasalnya, investor yang menghindari aset risiko kini kembali beralih ke aset lindung nilai seperti emas setelah Amerika Serikat kembali memberi ultimatum tarif kepada Cina. Sementara itu, palladium melonjak ke rekor tertinggi di atas $1.860 di tengah kekhawatiran risiko pasokan pada logam katalis emisi mobil ini.

Baik emas fisik dan emas berjangka berusaha menjauh dari posisi terendah sesi tersebut setelah Presiden AS Donald Trump mengakui laporan bahwa kesepakatan AS-Cina mungkin telah “terhambat” oleh penandatanganan undang-undang yang mendukung para aktivis pro-demokrasi di Hong Kong terhadap Beijing minggu lalu.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, turun tipis $1,05, atau sebesar 0,01%, di $1,462.85, dibandingkan dengan level terendah sebelumnya di $1,454.

Trump, yang mengomentari penandatanganan undang-undang AS soal Hong Kong, mengakui tindakan itu tidak membantu negosiasi perdagangan dengan Cina. Tetapi ia bersikukuh ia tak berpikir lain tentang apa yang dilakukan dan mengatakan Cina masih “ingin membuat kesepakatan.”

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross juga menegaskan kembali sikap pemerintah bahwa tanpa kesepakatan perdagangan, tidak akan ada perubahan jadwal kenaikan tarif tambahan produk asal Cina pada 15 Desember nanti.

Selain ultimatum AS kepada Cina, Trump juga mengumumkan rencana Senin untuk menghidupkan kembali tarif atas semua impor baja dan aluminium dari Brasil dan Argentina. Pemimpin politik dan industri di negara-negara itu terkejut karena Gedung Putih memperluas masalah perdagangan ke pihak lain.

Harga paladium spot meningkat $13,98, atau 0,8%, di $1,855.18 setelah mencapai rekor tertinggi di $1,863.

Paladium berjangka untuk penyerahan bulan Maret di COMEX ditutup naik $14,60, atau sebesar 0,8%, pada 1,824.70 setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa di $1,835,20.

Logam ini telah memecahkan rekor setiap hari sejak Senin lalu.

“Penempatan posisi paladium sedikit berlawanan dengan pergerakan harga, secara implisit mengkonfirmasi minat OTC yang besar dari sisi buyer,” kata analis INTL FCStone Rhona O’Connell dalam laporan Reuters. “Setelah pelemahan buyer berkurang pada awal November, dorongan penguatan kini mendekati titik resisten dari tren naik.”

Source : investing.com