Dolar AS Menguat Jelang Keputusan Fed, Perang Dagang Jadi Fokus Pasar

Dolar AS Menguat Jelang Keputusan Fed, Perang Dagang Jadi Fokus Pasar

Category : Currency

Dolar AS menguat pada Rabu (11/12) siang di Asia dengan pasar terus menanti hasil keputusan rapat Federal Reserve dan juga berita seputar perdagangan Cina-AS.

Indeks Dolar AS terakhir diperdagangkan naik 0,1% di 97,485 pada pukul 11:46 AM ET (03:46 GMT).

Federal Reserve akan memutuskan tingkat suku bunga acuan dini hari nanti dan diikuti oleh konferensi pers dari Ketua Jerome Powell. Komite Pasar Terbuka The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga tetap.

Berita perdagangan Cina-AS kembali menjadi fokus hari ini. Wall Street Journal dan Bloomberg mengutip berbagai sumber mengatakan AS mungkin menunda rencana penerapan tarif atas produk asal Cina.

Namun, Larry Kudlow, penasihat ekonomi utama Presiden AS Donald Trump, mengatakan ia tidak dapat mengkonfirmasi bahwa tarif Cina bakal ditunda.

Tanpa kesepakatan atau penundaan tarif sebelum batas waktu 15 Desember, AS akan mengenakan tarif lain untuk produk Cina yang mencapai nilai $156 miliar.

Bursa Cina dan dolar AS naik dalam berita itu, tetapi kenaikannya terbatas.

“Pasar menjadi kebal terhadap riuh” yang ditimbulkan oleh masalah perdagangan ini, Burns McKinney, manajer portofolio global Allianz (DE:ALVG), mengatakan kepada Bloomberg dalam wawancara. “Pertemuan FOMC, pemilihan umum di AS dan kemudian akhir pekan ini tenggat waktu 15 Desember merupakan semua faktor yang mempengaruhi.”

Pasangan GBP/USD melemah 0,2% ke 1,3141 akibat pound Inggris jatuh di tengah berita bahwa keunggulan suara Perdana Menteri Boris Johnson dalam pemilihan umum Inggris dipangkas lebih dari setengahnya dalam sebuah jajak pendapat sebelum pemilu tersebut dimulai.

Pasangan EUR/USD bergerak tenang di 1,1090 di kala pelaku pasar menunggu keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa berikutnya Kamis ini.

Pasangan AUD/USD naik 0,1% menjadi 0,6816. Analis dari Rabobank dan Nomura Holdings mengatakan dalam laporan Bloomberg bahwa dolar Australia bakal menghadapi tahun yang bergejolak pada 2020 di tengah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global dan perang dagang.

Sementara itu, Ranko Berich, kepala analisis pasar Monex di London, mengatakan dalam laporan itu bahwa “memburuknya ketegangan perdagangan menjadi risiko terbesar bagi dolar Aussie.”

Dolar Aussie telah anjlok sekitar 3% sepanjang tahun ini terkena dampak dari perang perdagangan Cina-AS.

Source : investing.com