Minyak Stabil Ditengah Optimisme AS – Cina Hampir Tandatangani Kesepakatan

Minyak Stabil Ditengah Optimisme AS – Cina Hampir Tandatangani Kesepakatan

Category : Comodities

Harga minyak stabil pada Senin (23/12) pagi setelah menjalani kenaikan selama tiga minggu di tengah optimisme bahwa Amerika Serikat dan Cina hampir menandatangani kesepakatan perdagangan untuk mengakhiri perang tarif pasca Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan akan “sangat segera” ditandatangani.

Minyak mentah Minyak Brent Berjangkaturun 4 sen di $66,10 per barel pada pukul 0100 GMT menurut laporan yang dilansir Reuters Senin (23/12) pagi. Minyak Minyak Mentah WTI Berjangka juga sedikit melemah 4 sen menjadi $60,40 per barel.

Kesepakatan tahap satu diumumkan sebelumnya pada bulan Desember sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang dagang yang berlangsung berbulan-bulan antara dua ekonomi terbesar dunia itu, yang telah mengirimkan gelombang kejutan ke pasar dan juga mengguncang pertumbuhan global.

Amerika Serikat setuju mengurangi beberapa tarif sebagai imbalan atas peningkatan besar pembelian produk pertanian Amerika Serikat oleh Cina, menurut kesepakatan yang akan ditandatangani pada Januari.

“Kami baru saja mencapai terobosan kesepakatan perdagangan dan kami akan segera menandatanganinya,” kata Trump pada acara di Florida, Sabtu.

Ketegangan yang mengendur tersebut telah meningkatkan kepercayaan bisnis dan mendorong prospek pertumbuhan ekonomi serta permintaan energi.

Perusahaan pengebor AS juga mungkin mengantisipasi harga yang tinggi dan minggu lalu meningkatkan jumlah rig minyak ke tingkat tertinggi dalam seminggu sejak Februari 2018.

Pengebor tersebut menambahkan 18 rig minyak dalam sepekan hingga 20 Desember, menjadikan jumlah keseluruhan mencapai 685, nilai terbesar sejak November, ungkap perusahaan jasa energi AS Baker Hughes dalam laporan mingguan.

Pertumbuhan ekonomi AS meningkat pada kuartal ketiga, data terbaru menunjukkan, dan ekonomi tampaknya telah mempertahankan laju ekspansi moderat jelang tahun ini berakhir, didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat.

Source : investing.com