Harga minyak terus meroket, ditopang harapan kesepakatan dagang AS-China

Harga minyak terus meroket, ditopang harapan kesepakatan dagang AS-China

Category : Comodities

Harga minyak bertahan di level tertingginya dalam tiga bulan. Jumat (27/12) pukul 07.30 WIB, harga minyak jenis west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2020 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 61,69 per barel, naik tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 61,68 per barel.

Kenaikan harga minyak ditopang oleh harapan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan China dalam waktu dekat. Selain itu, data persediaan minyak AS yang lebih rendah turut mendongkrak harga minyak.

China pada Rabu lalu menyatakan bahwa pihaknya berhubungan erat dengan AS pada upacara penandatanganan perjanjian dagang, setelah sehari sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia dan Presiden China Xi Jinping akan menggelar upacara untuk menandatangani kesepakatan dagang fase satu.

Baca Juga: Harga minyak terkerek kabar kesepakatan perang dagang dan pemangkasan produksi OPEC

American Petroleum Institute (API) pada Selasa (24/12) malam mengatakan bahwa stok minyak mentah AS turun 7,9 juta barel pada pekan lalu, lebih besar dari perkiraan analis.

“Pasar saham yang kuat, ditambah dengan penarikan besar dari stok API memberikan momentum yang kami miliki sekarang,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago seperti dikutip Reuters.

“Dan dengan pengurangan produksi OPEC, Anda kehabisan alasan untuk jangka pendek,” kata Flynn.

Pada bulan ini, OPEC+ sepakat untuk memperpanjang dan memperdalam pengurangan produksi yang akan memangkas pasokan sebanyak 2,1 juta barel per hari dari pasar atau sekitar 2% dari permintaan global mulai 1 Januari.

Namun, produsen AS yang tidak tergabung dalam perjanjian OPEC+ telah meningkatkan produksi minyak.

Banyak orang memperkirakan produksi AS akan melambat pada tahun 2020.

“Harga minyak terus menunjukkan kekuatan akhir tahun, didukung oleh kombinasi kemajuan pasti pada kesepakatan perdagangan AS-China, perjanjian OPE’/OPEC+ dan aktivitas kilang yang melambat,” kata Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader seperti dikutip Reuters.

Tetapi pada tahun baru, pasokan lebih banyak datang dari anggota OPEC Arab Saudi dan Kuwait yang pekan ini sepakat untuk mengakhiri perselisihan tentang zona netral mereka, yang dapat memasok 500.000 barel per hari.

Source : kontan.co.id