Konflik Iran-AS Dorong Emas Dekati Tertinggi 7 Tahun, Target Selanjutnya $1.600

Konflik Iran-AS Dorong Emas Dekati Tertinggi 7 Tahun, Target Selanjutnya $1.600

Category : Comodities

Harga emas menyentuh tingkat tertinggi tujuh tahun pada Selasa (07/01) pagi. Kenaikan tersebut ditopang pandangan bullish logam kuning dari Goldman Sachs ketika investor yang menghindari risiko masuk ke safe haven di tengah konflik AS-Iran yang semakin memburuk.

Emas berjangka COMEX untuk penyerahan Februari di New York ditutup naik $16,40, atau sebesar 1,1%, di $1,568,80 per ons. Emas berjangka sebelumnya mencapai 1.588,65, level tertinggi sejak 2013, dengan beberapa analis menargetkan berikutnya $1.600.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, naik $15,63, atau 1,0%, di $1.567,03 pada pukul 02:00 PM (20:00 GMT), setelah mencapai puncak $1,583.70 sebelumnya.

Harga emas telah melonjak sejak terjadi serangan udara AS di dekat Bandara Baghdad pada hari Jumat silam yang menewaskan Qassem Soleimani, komandan pasukan Penjaga Revolusi Quds Iran.

“Tambahan eskalasi ketegangan AS-Iran dapat semakin meningkatkan harga emas,” Jeff Currie, kepala penelitian komoditas di Goldman, mengatakan dalam catatan.

“Kami menemukan bahwa lonjakan dari ketegangan geopolitik menyebabkan harga emas beranjak tinggi ketika lonjakan itu berdampak cukup parah yang menyebabkan penurunan nilai mata uang,” tambah Currie. “Ini paling sering terjadi selama perang atau eskalasi militer.”

Indeks dolar AS anjlok ke level terendah 6,5 bulan di 96,23. Di Wall Street, ketiga indeks saham utama dibuka melemah sebelum kinerja saham-saham teknologi mengalami rebound seperti Amazon (NASDAQ:AMZN) dan Alphabet (NASDAQ:GOOGL)). Harga minyak mencapai level tertinggi empat bulan, dengan patokan minyak mentah global Brent melewati level $70 per barel.

Timur Tengah masih tetap waspada pada hari Senin ketika Iran dan Amerika Serikat saling memberikan ancaman. Pemimpin Tertinggi Teheran Ayatollah Ali Khameini bersumpah memberikan “balas dendam yang keras” atas pembunuhan Soleiman sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah mengidentifikasi 52 target di Iran, termasuk situs-situs budaya, dalam rencana serangan balasan yang mungkin “tidak biasa”.

Iran juga mengatakan pihaknya mengabaikan batas pengayaan uranium untuk membuat senjata nuklir. Sementara itu, Parlemen Irak memilih untuk mengusir pasukan AS dari negaranya sehingga mendorong Trump untuk mengancam Baghdad dengan sanksi. Roket juga jatuh di seluruh Irak pada hari Senin, tanpa ada korban manusia yang dilaporkan. Terpisah, pertempuran pecah di Libya.

Source : investing.com