Kekhawatiran Pasokan di Libya dan Irak Dorong Harga Minyak Naik

Kekhawatiran Pasokan di Libya dan Irak Dorong Harga Minyak Naik

Category : Comodities

Harga minyak naik pada Selasa (21/01) setelah Libya menyatakan force majeure pada dua ladang minyak utama menyusul blokade militer dan unjuk rasa yang meningkat di Irak sehingga mendorong kekhawatiran pasokan.

Minyak mentah Minyak Brent Berjangka bertambah 11 sen, atau sebesar 0,2%, di $65,31 per barel pada pukul 01.01 GMT menurut laporan yang dilansir Reuters Selasa (21/01) pagi. Minyak mentah berjangka Minyak Mentah WTI BerjangkaAS menguat 20 sen, atau sebesar 0,3%, menjadi $58,74 per barel.

Dua ladang minyak utama di barat daya Libya mulai ditutup pada hari Minggu setelah pasukan Khalifa Haftar menutup satu pipa minyak dan ini berpotensi mengurangi produksi nasional, ungkap Perusahaan Minyak Nasional (NOC) Libya.

Dokumen yang dikirim ke trader minyak pada hari Senin mengungkap bahwa NOC telah menyatakan force majeure – pengabaian kewajiban kontrak – atas pemuatan minyak mentah dari ladang minyak Sharara dan El Feel di barat daya Libya.

Unjuk rasa anti-pemerintah di Irak, produsen minyak utama lainnya, juga mendukung harga minyak kendati para pejabat negara mengatakan produksi di ladang minyak selatan belum terpengaruh oleh kisruh unjuk rasa.

Source : investing.com