Jelang Keputusan Fed, Harga Emas Melemah, Pasar Kembali Rangkul Aset Beresiko

Jelang Keputusan Fed, Harga Emas Melemah, Pasar Kembali Rangkul Aset Beresiko

Category : Comodities

Emas melemah pada Rabu (29/01) pagi dan para investor kembali masuk ke saham-saham dan aset berisiko lainnya yang menderita kehancuran pasca merebaknya krisis korona.

Namun, pelemahan logam kuning ini masih moderat lantaran pasar menunggu hasil pertemuan kebijakan bulanan Federal Reserve dan juga suku bunga AS.

Emas berjangka COMEX untuk pengiriman Februari di New York ditutup turun $7,60, atau sebesar 0,5%, di $1,569.80 per ons. Emas ini mencapai titik tertinggi tiga minggu di $1.588,10 pada hari Senin.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, turun $12,73, atau sebesar 0,8%, di $1,568,92 per ons pada pukul 02:22 PM ET (19:22 GMT). Emas ini naik ke level $1.588,62 pada sesi sebelumnya, tingkat tertinggi sejak 8 Januari.

TD Securities mengatakan kekhawatiran penularan dari virus korona mengakibatkan peralihan klasik ke perdagangan yang berkualitas dan “ketidakpastian substansial tentang infeksi dan penularan virus, serta berita yang muncul harus menjaga pasar tetap waspada,” sehingga membantu emas dan aset safe haven seperti obligasi AS.

Investor emas juga tengah menanti pengumuman Federal Reserve pada Rabu setempat untuk pernyataan kebijakan bulan Januari.

The Fed memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin selama tiga bulan berturut-turut tahun lalu, sebelum mengakhirinya pada Desember.

Sementara prospek ekonomi AS telah menguntungkan sejak saat itu, beberapa berharap Fed akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat – suatu perkembangan yang seharusnya menjadi pertanda baik bagi emas, utamanya jika krisis virus korona berlanjut.

Source : investing.com