Dolar AS Stabil Setelah Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Dolar AS Stabil Setelah Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Category : Currency

Dolar sedikit berubah pada Kamis (30/01) pagi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap dan mengisyaratkan tidak akan terburu-buru untuk keluar dari sikap kebijakan saat ini.

Dolar AS juga tetap bertahan di dekat level tertinggi dua bulan terhadap sejumlah mata uang utama sementara dolar Australia dan yuan berada di bawah tekanan pada hari Kamis dengan investor mencoba berlindung di aset safe haven karena epidemi wabah virus Cina.

Indeks Dolar AS naik sebesar 0,06% di 97,88.

Dalam keputusan bulat, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah di kisaran 1,5% hingga 1,75%.

“Komite menilai bahwa sikap kebijakan moneter saat ini sesuai untuk mendukung ekspansi berkelanjutan pada kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang kembali ke sasaran objektif yang seimbang sebesar 2(%)” The Fed menyatakan.

Federal Reserve AS juga mengutip masalah virus sebagai sumber ketidakpastian untuk prospek ekonomi ke depan menurut laporan Reuters Kamis (30/01) pagi.

Keputusan Fed diketahui hanya beberapa jam setelah data menunjukkan aktivitas perumahan yang lebih lemah dari perkiraan.

National Association of Realtors (NAR) yang menghitung penjualan rumah lama tanpa diduga turun 4,9% menjadi 103,2 pada bulan Desember. Itu merupakan penurunan terbesar sejak Mei 2010.

Penurunan yang mengejutkan pada aktivitas perumahan diyakini hanya sementara di tengah latar belakang suku bunga rendah yang menguntungkan.

Kenaikan dolar juga terus diimbangi oleh permintaan untuk yen safe haven seiring meningkatnya penyebaran virus korona, dengan jumlah kematian di Cina naik menjadi 132 orang.

USD/JPY beranjak mendatar di Y109.14 dan USD/CHF naik 0,06% menjadi 0,9734.

EUR/USD turun 0,16% ke $1,1002, sementara GBP/USD melemah 0,03% ke $1,3024.

Pound akan menjadi fokus pada hari Kamis, dengan Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah, tetapi membuka peluang kebijakan pelonggaran lanjutan pada tahun ini.

“Setiap ada reli tambahan pada sterling akan terbukti hanya muncul sesaat karena kami percaya pasar cenderung mengharapkan ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan-bulan mendatang,” sebut Bank of America.

USD/CAD meningkat 0,30% ke C$1,3195 setelah mata uang Kanada ini jatuh dipicu penurunan harga minyak pasca rilis data minyak bervariasi dengan pasokan minyak mentah naik, tetapi persediaan turun.

Departemen Perdagangan AS mengatakan Rabu bahwa pesanan barang tahan lama naik 2,4% bulan lalu, mengalahkan perkiraan ekonom untuk kenaikan 0,4%. Tetapi pesanan barang tahan lama inti tiba-tiba turun 0,1%.

Optimisme seputar pesanan barang tahan lama inti “menyesatkan” karena mayoritas didorong oleh kenaikan pesanan pesawat pertahanan, tandas Jefferies.

“Ini adalah laporan (barang tahan lama) yang lemah dan tidak memberikan dorongan bahwa kondisi di sektor manufaktur membaik atau akan membaik dalam waktu dekat,” tambahnya.

Source : investing.com