Emas Sempat Naik Sebelum WHO Apresiasi Cina untuk Penanganan Virus Korona

Emas Sempat Naik Sebelum WHO Apresiasi Cina untuk Penanganan Virus Korona

Category : Comodities

Emas ditutup di level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir pada perdagangan AS Jumat (31/01) pagi. Hal ini dipicu oleh aksi penghindaran risiko terkait virus korona yang terus berlanjut, meskipun beberapa kekhawatiran pasar global tampaknya telah mereda setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji penanganan wabah virus tersebut di Cina.

Emas Berjangka COMEX untuk penyerahan April di New York ditutup naik $13,20, atau sebesar 0,8%, di $1,589.20 pada hari Kamis setempat. Itu merupakan penutupan tertinggi untuk kontrak berjangka emas selama tujuh tahun sejak mencapai penutupan tertinggi di $1.594,80 pada Maret 2013 silam.

Tapi emas spot (XAU/USD), yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, hanya naik 82 sen, atau 0,05%, di $1,577,54 per ons pada pukul 04:00 PM ET (20:00 GMT), setelah naik setinggi $1,586 sebelumnya. Emas spot berubah datar setelah Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan kepercayaan badan kesehatan dunia (WHO) terhadap kemampuan Beijing untuk mengendalikan virus korona kendati menyatakan bahwa wabah ini merupakan darurat kesehatan masyarakat.

Analis logam mulia, bagaimanapun, tetap optimis terhadap prospek emas di tengah krisis ini.

Dengan virus korona, “harga emas, barometer kesejahteraan ekonomi dan politik kita, sekarang juga merupakan indikator kesehatan yang meningkat tajam, memperluas jangkauan perdagangannya”, tandas George Gero, analis logam mulia RBC Wealth Management di New York.

Sejauh ini virus korona telah menewaskan lebih dari 170 orang di Cina dan menginfeksi lebih 8.000 orang, dan menyebar ke setidaknya 18 negara lain.

Zhang Ming, ekonom pemerintah di Akademi Ilmu Sosial Cina, mengatakan Rabu bahwa pertumbuhan ekonomi China dapat turun hingga 5 persen atau bahkan lebih rendah tahun ini karena virus korona.

Baik IMF dan Federal Reserve mengatakan mereka sedang memantau dampak wabah di Cina dan luar negeri.

Tetapi semua ketakutan yang ditimbulkan oleh virus tersebut, juru bicara IMF Gerry Rice mengatakan ada kemungkinan bahwa pertumbuhan di Cina dan dunia dapat pulih dengan cepat setelahnya, seperti yang terlihat selama penularan SARS 2002-2003, yang juga bermula dari Cina.

Gero, bagaimanapun, mengatakan nilai emas sebagai lindung nilai terhadap penularan bisa berlangsung lama.

“Ingat bahwa SARS, flu babi, flu burung, virus zika dan pada akhirnya semua berlalu tetapi meninggalkan beberapa tantangan ekonomi untuk beberapa waktu,” katanya. “Buyer safe haven akan tetap dengan emas di era pasca-penularan.”

Dengan satu hari tersisa sebelum akhir Januari, emas berjangka dan emas spot menguat masing-masing lebih dari 3% untuk bulan ini, tetap mencatatkan kenaikan yang sama dari bulan Desember.

Source : investing.com