Harga Minyak Futures Lebih Tinggi Dari Spot, Indikasi Surplus?

Harga Minyak Futures Lebih Tinggi Dari Spot, Indikasi Surplus?

Category : Comodities

Pasar minyak tampaknya akan mengalami penurunan permintaan setidaknya selama empat bulan dipicu oleh wabah virus korona di Cina dan surplus minyak mentah besar diperkirakan tidak akan langsung hilang setidaknya hingga Agustus, ungkap para analis dan trader.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Rabu (05/02) pagi, ketakutan akan kejatuhan terkait virus pada permintaan energi global telah membalik pasar pada situasi contango minggu ini – struktur di mana harga minyak berjangka lebih tinggi ketimbang harga minyak spot. Hal ini mendorong trader untuk tetap menyimpan minyak mentah yang akan dijual kembali ketika harga lebih menguntungkan di masa depan.

Minyak mentah Minyak Brent Berjangka belum dalam situasi contango sejak Juli 2019. Pada hari Selasa patokan minyak ini masuk situasi contango tersebut dengan nilai sebanyak $0,40 per barel antara harga untuk bulan perdagangan terdekat April dan Agustus. Untuk minyak mentah West Texas Intermediate (Minyak Mentah WTI Berjangka) AS, harga contango antara Maret dan Juli sebesar $0,60 per barel.

Struktur pasar seperti ini berimplikasi signifikan. Selain mendorong terjadi penyimpanan minyak, contango juga menyulitkan investor keuangan yang harus membayar harga premi setiap bulannya untuk memperbarui kontrak berjangka.

“Wabah virus mungkin terbukti menjadi pengubah keadaan untuk tahun 2020,” kata Tamas Varga di pialang PVM.

Ia mengatakan ekspektasi optimis untuk harga Brent pada 2020 ini melampaui nilai rata-rata harga tahun 2019 di $64,16 per barel sementara juga memperkirakan adanya kejatuhan permintaan akibat dari penyebaran virus.

Sementara Goldman Sachs mengatakan perubahan spread ke situasi contango merupakan hal yang konsisten dengan pasar fisik yang tiba-tiba berubah menjadi surplus besar.

Source : investing.com