Dolar AS Hajar Yen Jepang hingga Franc Swiss

Dolar AS Hajar Yen Jepang hingga Franc Swiss

Category : Currency

Dolar Amerika Serikat (AS) melompat hingga ke level tertingginya dalam 4 bulan terakhir terhadap euro. Selain itu, menyentuh puncaknya terhadap yen jepang pada perdagangan Kamis (6/2/2020).

Penguatan tersebut didukung oleh angka-angka ekonomi AS yang kuat baru-baru ini. Selain itu juga kekhawatiran yang meluap tentang coronavirus terbaru di China beberapa minggu lalu.

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (7/2/2020), dalam perdagangan terakhir, dolar naik 0,1% terhadap yen menjadi 109,99 JPY. Serta naik 0,2% dibandingkan franc Swiss menjadi 0,9756 CHF.

Euro pun terjatuh terhadap dolar karena terbebani oleh data yang menunjukkan pesanan industri Jerman secara tak terduka anjlok di Desember. Kontrak untuk barang-barang Jerman turun 2,1% pada Desember dari November, penurunan terbesar sejak Februari.

Euro terakhir turun 0,2% pada USD1,0978 EUR. Kerugian euro mendorong indeks dolar naik 0,2% pada 98,524.

Indeks dolar sebelumnya naik menjadi 98,572, tertinggi sejak pertengahan Oktober. Sementara itu, yuan Tiongkok lepas pantai flat terhadap greenback, diperdagangkan pada 6,9786 yuan per dolar.

Yen safe-haven dan franc Swiss berjuang untuk sesi keempat berturut-turut terhadap dolar, karena toleransi investor terhadap risiko meningkat, didorong oleh upaya pemerintah China untuk menahan virus corona terbaru dan membatasi dampak ekonomi. Mata uang Swiss jatuh ke level terlemah dalam lebih dari seminggu.

Euro, sementara itu, juga jatuh, meluncur ke level terendah empat bulan terhadap dolar setelah data Jerman yang buruk, yang sangat kontras dengan laporan ekonomi AS yang lebih kuat minggu ini.

“KAMI. sebagian besar data tidak mengerikan, “kata Kathy Lien, direktur pelaksana BK Asset Management di New York.

“Dan sepertinya virus akan terkandung dan hanya masalah waktu saja. Jadi sampai data membuktikan bahwa virus memiliki dampak merusak pada perekonomian, pasar akan terus fokus pada pendapatan, yang relatif baik, serta data A.S. yang kuat, ”tambahnya.

Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Raja Arab Saudi Salman bahwa China telah mencapai hasil “positif” dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya dalam memerangi virus corona baru, lapor kantor berita resmi negara itu Xinhua pada hari Kamis. Itu semakin menambah optimisme.

Bank Rakyat China (PBOC), pada bagiannya, telah memompakan ratusan miliar dolar ke dalam sistem keuangan minggu ini untuk meredam dampak ekonomi yang berpotensi merugikan dari virus.

“Kami melihat respons yang kredibel dari otoritas moneter, di Tiongkok dan sepertinya itu menenangkan kekhawatiran pasar akan perlambatan ekonomi China yang semakin mengakar,” kata Simon Harvey, analis pasar FX di Monex Europe di London.

Konon, virus corona kini telah merenggut 563 nyawa, dengan lebih dari 28.000 infeksi dikonfirmasi di Cina. Penghitungan Reuters juga menunjukkan bahwa 260 kasus telah dilaporkan di 31 negara dan wilayah di luar daratan China.

Source : okezone.com