Virus Makin Ganas Yen Kian Kuat, Euro Jatuh Akibat Pertumbuhan Lemah

Virus Makin Ganas Yen Kian Kuat, Euro Jatuh Akibat Pertumbuhan Lemah

Category : Currency

Yen Jepang melanjutkan tren penguatan terhadap dolar AS pada Jumat (14/02) di tengah kekhawatiran baru seputar wabah virus covid-19 mendukung permintaan atas mata uang safe haven dan ini turut pula membebani harga aset berisiko.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (14/02) pagi, yuan Cina mengalami kerugian pada perdagangan luar negeri dipicu virus covid-19, yang muncul akhir tahun lalu di Provinsi Hubei Cina, menghantam rem belanja konsumen dan manufaktur negeri tirai bambu ini.

Euro jatuh ke posisi terendah multi tahun terhadap dolar AS dan franc Swiss seiring pandangan investor tumbuh lebih pesimis terhadap prospek ekonomi kawasan Eropa sebelum rilis data produk domestik bruto Jumat ini.

Sebaliknya, pound naik dan mengirim gelombang optimisme ke Asia pada hari Jumat lantaran harapan bahwa perombakan kabinet Inggris akan mengarah pada kebijakan fiskal yang lebih ekspansif untuk mendukung pertumbuhan.

Pejabat di Hubei mengejutkan pasar keuangan pada Kamis dengan mengumumkan peningkatan tajam jumlah infeksi baru dan juga kematian akibat virus covid-19 setelah mengadopsi metode diagnosis baru atas penyakit ini.

Yen (JPY/USD) sedikit menguat di 109,79 per dolar pada Jumat di Asia dan berada di jalur untuk kenaikan pada hari kedua.

Di pasar luar negeri, yuan CNY/USD dikutip di level 6,9910, menyusul penurunan 0,2% pada hari Kamis.

Pejabat Hubei pada hari Jumat melaporkan 4.823 kasus baru dan 116 kematian baru pada 13 Februari, tetapi investor masih terlihat goyah setelah Hubei melaporkan 14.840 kasus baru dan mencatat peningkatan harian dalam jumlah kematian pada hari Kamis setelah menggunakan metode diagnostik baru untuk klasifikasi ulang tumpukan kasus yang ada.

Euro turun 0,1% ke $1,0827, tingkat terendah sejak April 2017 lantaran investor bersiap untuk rilis data PDB Jerman dan kawasan Eropa Jumat ini. Sedangkan EURCHF dikutip di 1,0614 per franc Swiss, mendekati level terendah sejak Agustus 2015. Euro sedikit menurun terhadap pound di 83,06 pence, mendekati titik terlemah sejak Desember.

Sementara pound Inggris sedikit berubah di $1,3046 setelah mendapat dorongan kenaikan sebesar 0,64% pada hari Kamis.

Source : investing.com