Euro Cenderung Melemah Dipicu Kekhawatiran Prospek Ekonomi

Euro Cenderung Melemah Dipicu Kekhawatiran Prospek Ekonomi

Category : Currency

Euro mendekati level terendah tiga tahun terhadap dolar AS menjelang survei data Jerman pada Selasa (18/02), yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan tajam pada kepercayaan investor dan memicu pesimisme yang berkembang mengenai prospek negara dengan perekonomian terbesar di Eropa tersebut.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Selasa (18/02) pagi, pasar keuangan bergerak dalam kisaran ketat setelah hari libur di AS pada Senin, mengubah fokus investor kepada perkembangan berita di Eropa dan juga krisis virus covid-19.

Sterling mengurangi kerugian terhadap dolar dan euro dalam kekhawatiran yang ada mengenai hubungan ekonomi antara Inggris dan Uni Eropa karena kedua belah pihak mengemukakan pandangan yang saling bertentangan tentang bagaimana untuk melanjutkan negosiasi perdagangan.

Di Asia, yuan Cina dan yen Jepang bertahan stabil di mana trader terus meninjau penyebaran wabah virus baik di dalam maupun di luar Cina.

Sentimen euro telah memburuk secara dramatis bulan ini setelah sektor manufaktur lemah dan data produk domestik bruto dari Jerman, negara ekonomi terbesar di Eropa, menunjukkan bahwa kawasan euro lebih rentan terhadap guncangan eksternal.

Euro (EUR/USD) dikutip pada harga $1,0836 di Asia, mendekati level terendah sejak April 2017. Pound (GBP/USD) bertahan stabil di $1,3003 di Asia pada Selasa setelah penurunan 0,3% di sesi sebelumnya. Sterling dikutip di 83,30 pence per euro, mengurangi penurunan 0,4% pada hari Senin.

Sementara yuan luar negeri (CNY/USD) tetap stabil di 6,9882 per dolar dan yen, yang pada awalnya naik dipicu sentimen arus safe haven saat wabah berlangsung bulan lalu, bertahan stabil dalam kisaran sempit di 109,82 per dolar.

Source : investing.com