Dolar AS Mendominasi, Investor Jual Yen dan Mata Uang Asia

Dolar AS Mendominasi, Investor Jual Yen dan Mata Uang Asia

Category : Currency

Yen bergerak menuju pekan terburuknya selama dua setengah tahun pada Jumat (22/02). Pergerakan mata uang Jepang itu muncul di tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus covid-19 di Korea Selatan, Jepang dan Beijing mendorong dana dari Asia beralih ke dolar AS yang menjulang tinggi.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (21/02) pagi, dua hari aksi penjualan besar-besaran yen menyusul data domestik yang lemah dan kekhawatiran yang meningkat tentang kejatuhan ekonomi akibat virus, membuat yen berada di level terendah sejak April tahun lalu dan investor mempertanyakan nilainya sebagai safe haven. Yen telah kehilangan nilainya sebesar 2% terhadap dolar sejak hari Rabu.

Virus ini telah menewaskan lebih dari 2.200 orang di Cina dan upaya untuk menahannya telah melumpuhkan ekonomi negara terbesar kedua di dunia itu. Pada hari Jumat, otoritas Korea Selatan mengkonfirmasi 52 infeksi baru virus, Yonhap melaporkan, menjadikan totalnya 156 orang dan ini meningkatkan kekhawatiran tentang epidemi tersebut.

Dua penumpang yang terinfeksi dari kapal pesiar yang dikarantina dekat Tokyo telah meninggal, dan dua penumpang yang dievakuasi dari kapal ke Australia kini telah dinyatakan positif.

Yen (JPY/USD) pagi ini berada di 112,09 per dolar, mencerminkan kelemahan mata uang lainnya di Asia. Won Korea turun sekitar 2% dan menembus 1.200 terhadap dolar minggu ini.

Dolar Australia diparkir di level terendah 11 tahun dan, bersama dengan mata uang Selandia Baru, telah turun 1,5% untuk minggu ini. Keduanya turun lebih dari 5% untuk tahun ini di tengah eksodus dari aset yang terpapar ekspor demi dolar AS.

Yuan (CNY/USD) sedikit menguat dari level terendah dua setengah bulan di 7,0547 per dolar pada perdagangan luar negeri. Euro turun ke level terendah tiga tahun minggu ini dan terakhir ada di $1,0788. Pound menguat dari level terendah hampir tiga bulan di $1.2884.

Source : investing.com