Bank Besar Prediksi Pertumbuhan Permintaan Minyak Memburuk

Bank Besar Prediksi Pertumbuhan Permintaan Minyak Memburuk

Category : Comodities

Harga minyak bisa menguat di antara level $50 dan $70 hingga tahun 2025 seiring melambatnya pertumbuhan permintaan dan pasokan, menurut laporan terbaru.

Pasar minyak menghadapi surplus pasokan yang besar dalam waktu dekat akibat virus covid-19 dan prospek kehancuran permintaan dan perlambatan ekonomi sebagaimana dilansir Oilprice Kamis (27/02) pagi. Tapi industri minyak serpih di AS kemungkinan tidak akan pulih dari penurunan yang ada saat ini, setidaknya tidak dengan tingkat pertumbuhan eksplosif selama beberapa tahun terakhir, menjaga pasokan tetap terkendali.

“Ekonomi produksi (minyak) serpih di AS terus mengarah ke harga Minyak Brent Berjangka sekitar $50 per barel atau level harga WTI $45 per barel,” tulis Bank of America Merrill Lynch dalam laporannya. Dengan kata lain, perusahaan pengebor minyak serpih AS tidak dapat menghasilkan uang di bawah $50 per barel.

Dengan cara yang sama, minyak serpih akan tumbuh dengan Minyak Mentah WTI Berjangkasebanyak $65 per barel atau lebih tinggi, ungkap bank investasi tersebut.

Tetapi yang lain telah memperingatkan bahwa ini bukan hanya siklus penurunan – laju pertumbuhan hangat pada industri serpih mungkin sudah berakhir. CEO Schlumberger Olivier Le Peuch melihat pertumbuhan minyak serpih AS melambat menjadi di antara 600.000 dan 700.000 barel per hari tahun ini sebelum turun ke 200.000 barel per hari pada tahun 2021. Di luar itu, minyak dapat naik tinggi dan tidak kembali ke tingkat pertumbuhan, tandas Le Peuch kepada Reuters. “Pertumbuhan produksi (minyak) serpih akan menjadi (keadaan) normal baru … kecuali teknologi membantu kita memecahkan kode (masalah),” katanya.

Mengingat bahwa industri ini sekitar $150 miliar ada dalam situasi sulit selama dekade terakhir, janji sulit dari beberapa teknologi masa depan untuk “memecahkan kode (masalah) itu,” tampaknya menjadi spekulatif. Hari-hari terbaik minyak serpih AS mungkin tinggal kenangan.

Data EIA terbaru menunjukkan produksi akan menurun pada bulan Maret di semua wilayah produksi utama selain dari Permian, di mana cekungan Anadarko di Oklahoma, misalnya, diperkirakan akan kehilangan 10.000 barel per hari dan juga diperkirakan akan kehilangan 16.000 barel per hari di bulan Februari.

Source : investing.com