Emas Sempat Melemah Ditengah Aksi Jual & Kekhawatiran Wabah Virus

Emas Sempat Melemah Ditengah Aksi Jual & Kekhawatiran Wabah Virus

Category : Comodities

Harga emas masih dibawah $1.650 pada Jumat pagi karena aksi ambil untung mencegah logam kuning mendapatkan kembali momentum yang membawanya ke tertinggi tujuh tahun minggu ini, meskipun Wall Street terus dalam tren pelemahan.

Emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX ditutup turun hanya 60 sen menjadi $1.642.50 per ounce.

XAU/USD, yang memantau perdagangan langsung emas batangan, naik $1.20, atau 0,1%, menjadi $1.640,78 per ons pada Jumat pukul 2:50 WIB.

Di Wall Street, tiga indeks saham utama turun masing-masing sekitar 3%. Goldman Sachs (NYSE: NYSE:GS) mengatakan perusahaan-perusahaan AS tidak mungkin menghasilkan pertumbuhan pendapatan pada tahun 2020 karena dampak dari virus covid-19.

Dengan anjloknya Wall Street, beberapa analis dikejutkan penurunan harga emas, yang sejauh ini tampak sebagai lindung nilai terbaik untuk krisis.

“Emas hanya naik sedikit karena ketakutan wabah bertemu dengan aksi ambil untung,” Ed Moya, analis di OANDA New York, mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Kamis, mencatat bahwa rekor panjang pembelian dalam ETF emas juga telah berakhir.

Meskipun jeda, banyak yang memperkirakan logam kuning berpeluang naik kembali ke tertinggi tujuh tahun yang hampir mencapai $1.700 per ons pada hari Senin silam.

“Emas akan didukung ketakutan pandemi, stimulus bank sentral dan pemerintah, kecemasan perdagangan, dan ketidakpastian politik,” tambah Moya. “Emas berpeluang naik ke level $1.700 per ons selama beberapa minggu ke depan karena wabah virus semakin memburuk.”

TD Securities mengatakan ada penurunan nilai logam mulia, termasuk didalamnya perak, platinum, dan paladium yang semuanya di bawah tekanan.

Namun masih ada yang mengharapkan emas kembali naik di tengah taruhan bahwa Federal Reserve akan melakukan pemangkasan suku bunga guna melindungi ekonomi AS dari dampak virus covid-19.

The Fed baru saja mengakhiri siklus pelonggaran pada bulan Desember setelah memangkas suku bunga selama tiga bulan dalam tahun 2019.

Source : investing.com