Rupiah Dibuka Terpuruk Sentuh Rp14.267/USD, Dolar AS Menyerah Lawan Euro

Rupiah Dibuka Terpuruk Sentuh Rp14.267/USD, Dolar AS Menyerah Lawan Euro

Category : Currency

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (6/3/2020) dibuka terkapar untuk kembali menyentuh level Rp14.267/USD. Kejatuhan mata uang Garuda terjadi justru saat dolar AS melanjutkan kerugian saat berhadapan dengan Yen Jepang dan euro.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka merosot menjadi Rp14.267/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah meneruskan tren kejatuhan usai kemarin di posisi Rp14.168/USD.

Sementara Data Yahoo Finance berbanding terbalik dengan menunjukkan rupiah naik tipis pagi ini pada posisi Rp14.167 per USD dengan pergerakan harian Rp14.158-Rp14.177/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal perlawanan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp14.170/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memperlihatkan tren negatif dengan tergelincir menuju Rp14.199/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.175/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.199-Rp14.284/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi ikut terjerembab pada level Rp14.171 per USD. Rupiah terlihat ambruk bila melihat sesi perdagangan sebelumnya Rp14.165/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar AS terlihat tak berdaya terhadap yen dan Euro pada perdagangan hari Jumat. Hal seiring imbal hasil yields obligasi AS menyentuh posisi terendah yang mempengaruhi minat investor.

Euro berada pada posisi 1,1226 saat melawan USD untuk melonjak 0,9% dalam sesi sebelumnya. Pekan ini tercatat euro telah mencetak kenaikan 1,9% dan menjadi keuntungan terbesar sejak Juni 2017.

Sedangkan dolar AS tenggelam ke posisi terendah dalam enam bulan terhadap yen menjadi 105,96. Yen, Euro, dan Swiss Franc didukung oleh negara yang menjalankan surplus eksternal yang kuat, sementara Jepang memiliki keuntungan tambahan sebagai negara kreditor terbesar di dunia.

Source : sindonews.com