Yen Menguat Diburu Investor Safe Haven, Minyak Anjlok

Yen Menguat Diburu Investor Safe Haven, Minyak Anjlok

Category : Currency

Yen Jepang melonjak sebesar 1,6% ke level tertinggi lebih dari tiga tahun pada Senin (09/03) akibat meluasnya jangkauan virus covid-19 yang membuat investor cepat beralih ke mata uang safe haven ini, sementara mata uang yang terpapar minyak jatuh setelah Arab Saudi memangkas harga jualnya.

“Ini akan menjadi buruk,” kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets di Sydney. “Semoga berhasil.”

Pada awal perdagangan menurut laporan Reuters Senin (09/03) pagi, yen menembus 104 per dolar dan terus naik setinggi 103,52 per dolar.

Mata uang USD/JPY dianggap sebagai safe haven berdasarkan status negara Jepang sebagai kreditor terbesar di dunia.

Sementara yen melonjak, dolar melemah terhadap euro di mana imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun jatuh di bawah 0,5% dan ini menghapus salah satu daya tarik terbesar dolar.

EUR/USD terakhir berada di level tertinggi 8 bulan $1,1380.

Jumlah orang yang terinfeksi virus covid-19 mencapai angka 107.000 di seluruh dunia dan menyebabkan gangguan ekonomi yang lebih besar.

Harga minyak jatuh, anjlok lebih dari 20% setelah Arab Saudi, negara eksportir utama dunia, berjanji untuk meningkatkan produksinya secara signifikan setelah gagalnya kesepakatan pemangkasan pasokan OPEC dengan Rusia.

Hal tersebut menghantam mata uang negara eksportir minyak.

Peso Meksiko jatuh hingga 6% terhadap dolar. Dolar Kanada melemah lebih dari 1% ke level terendah 14 bulan.

Krone Norwegia jatuh 3% hingga mencapai rekor terendah dan rubel Rusia anjlok 4% ke level terendah dalam hampir empat tahun.

Source : investing.com