Dolar Melemah Setelah Fed Kembali Pangkas Suku Bunga

Dolar Melemah Setelah Fed Kembali Pangkas Suku Bunga

Category : Currency

Dolar AS turun terhadap berbagai mata uang pada Senin setelah Federal Reserve AS kembali melakukan pemangkasan suku bunga darurat dan mengambil langkah untuk mengurangi kekurangan dolar AS di pasar keuangan global.

Federal Reserve AS memangkas suku bunga ke kisaran target 0% sampai 0,25% dan mengatakan akan memperluas neraca setidaknya $700 miliar dalam beberapa minggu mendatang.

Lima bank sentral lain juga memangkas biaya untuk swap line guna memudahkan menyediakan dolar kepada lembaga keuangan domestik yang menghadapi tekanan di pasar kredit, ungkap berita yang dilansir Reuters Senin (16/03).

Langkah tersebut dilakukan ketika para pembuat kebijakan mengantisipasi aksi jual yang masif di pasar keuangan karena kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari penyebaran global covid-19.

“Ini adalah reaksi negatif sederhana untuk dolar AS. The Fed bergerak sedikit lebih cepat dan sedikit lebih agresif,” kata Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank di Sydney.

Dolar AS (USD/JPY) turun 1,5% menjadi 106,35 yen pada Senin pagi di Asia sebagai reaksi terhadap langkah Fed, yang diumumkan pada hari Minggu malam waktu AS.

Greenback (USD/GBP) juga turun 0,9% menjadi $1,2405 per pound Inggris. Terhadap euro (EUR/USD), dolar turun 0,3% menjadi $1,1153. Dolar turun 0,3% menjadi 0,9507 franc Swiss.

The Fed, Bank of Canada, European Central Bank, Bank of England, Bank of Japan (BOJ) dan Swiss National Bank juga sepakat menawarkan kredit tiga bulan dalam dolar AS secara teratur dan dengan tingkat yang lebih murah dari biasanya.

Langkah ini dirancang untuk menurunkan harga yang dibayar bank dan perusahaan untuk mengakses dolar AS, yang telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir karena pandemi covid-19 membuat para investor ketakutan.

The Fed telah menurunkan suku bunga 50 basis poin pada 3 Maret, pemangkasan darurat pertama sejak krisis keuangan pada 2008, tetapi langkah itu gagal membendung volatilitas pasar.

Langkah The Fed pada hari Minggu waktu AS kemungkinan bertujuan menghentikan potensi minggu dengan volatililitas tinggi di pasar keuangan, kata para analis.

Namun, Bursa berjangka AS anjlok setelah penurunan suku bunga, menunjukkan investor tetap gelisah.

Kemudian pada hari Senin, Cina akan merilis beberapa indikator ekonomi penting yang mengungkapkan skala kerusakan yang disebabkan covid-19.

The Fed pada awalnya dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan pada hari Rabu, dan BOJ mengadakan pertemuan dua hari yang berakhir pada hari Kamis, dan tekanan kepada bank sentral semakin tinggi untuk melakukan sesuatu guna memulihkan ketenangan pasar keuangan.

Kekhawatiran pembatasan perjalanan dan penutupan pabrik yang bertujuan membendung covid-19 akan menyebabkan resesi global dan telah memicu anjloknya ekuitas.

Di pasar luar negeri, yuan naik tipis menjadi 7,0131 per dolar karena para trader menunggu data ekonomi utama Cina.

Dolar Selandia Baru turun 0,2% menjadi $ 0,6045, sedangkan dolar Australia turun 0,38% atau $ 0,6164.

Source : investing.com