Minyak Lanjut Turun Dipicu Kekhawatiran Virus Bebani Ekonomi Global

Minyak Lanjut Turun Dipicu Kekhawatiran Virus Bebani Ekonomi Global

Category : Comodities

Harga minyak melanjutkan tren penurunan Senin pagi, merosot lebih dari $1 per barel, dipicu pemangkasan suku bunga darurat oleh Federal Reserve AS namun gagal menenangkan pasar keuangan global yang panik oleh penyebaran cepat covid-19 dan memuncaknya gangguan ekonomi.

Selama akhir pekan, lebih banyak pemerintah melakukan lockdown atau pengucian wilayah dengan membatalkan penerbangan, memberi tahu sektor bisnis seperti restoran untuk menutup dan mendorong lebih banyak orang untuk tinggal di rumah, ungkap berita yang dirilis Reuters Senin (16/03).

Berdasarkan data investing.com Senin pukul 8.30 WIB, minyak mentah brent (Minyak Brent Berjangka turun $1.84 menjadi $32.88 per barel. Harga bulan depan dibuka pada tertinggi $35,84 tetapi tergelincir rendah $31,63.

Minyak mentah AS (Minyak Mentah WTI Berjangka berada di level $ 31,48, turun $ 0,59 setelah sempat turun di bawah $30 di awal sesi.

Federal Reserve AS memangkas suku bunga pada hari Minggu dalam langkah darurat kedua bulan ini, dan mengatakan akan menambah neraca setidaknya $700 miliar dalam beberapa minggu mendatang.

Pasar minyak di bawah tekanan kuat dari kedua kekhawatiran tentang kehancuran permintaan karena pandemi menyebar dan kelebihan pasokan setelah eksportir utama Arab Saudi meningkatkan produksinya dan memangkas harga untuk meningkatkan penjualan kepada konsumen di Asia dan Eropa.

“Ketika pemerintah di seluruh dunia meningkatkan upaya mengendalikan dan meminimalkan dampak kesehatan dan ekonomi, para trader waspada respons bank sentral,” kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney.

Source : investing.com