Rupiah Masih Lemah Lawan Dolar, Kurs Diprediksi ke 15.000

Rupiah Masih Lemah Lawan Dolar, Kurs Diprediksi ke 15.000

Category : Currency

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat USD/IDR masih melemah pada Senin (16/03) pagi. Mata uang rupiah jatuh 1,15% ke kisaran 14.910,0 per dolar pukul 11.16 WIB menurut data Investing.com setelah sebelumnya sempat menyenggol Rp14.705 per dolar AS.

Tidak cuma rupiah lapor CNBC Indonesia Senin, mayoritas mata uang utama Asia pun tidak berdaya di hadapan dolar AS. Pagi ini, pelemahan terjadi pada baht Thailand 0,39 persen, ringgit Malaysia 0,37 persen, diikuti dolar Singapura 0,07 persen terhadap dolar AS. Sementara mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, yen Jepang menguat 0,83 persen, lira Turki 0,64 persen, won Korea 0,41 persen serta dolar Hong Kong 0,14 persen.

Kemudian di negara maju sebagaimana dikutip CNN Indonesia, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris USD/GBP dan euro EUR/USD sama-sama menguat dengan nilai masing-masing sebesar 0,70 persen dan 0,34 persen. Sementara, dolar Australia dan dolar Kanada melemah masing-masing sebesar 0,25 persen dan 0,18 persen terhadap dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah ini seiring pemerintah Indonesia mengkonfirmasi jumlah korban terjangkit virus covid-19 yang terus meningkat Kontan mengungkapkan. Hingga Minggu (15/3) jumlah pasien positif corona bertambah menjadi 117 orang. Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya bilang, kabar tersebut akan membuat dollar AS makin berjaya dan memukul rupiah.

Sebab, pelaku pasar akan cenderung memilih memegang dollar AS sebagai aset yang likuid dan minim risiko. “Langkah investor yang akan lebih memilih mengamankan asetnya di dollar AS membuat rupiah keteteran,” kata Andian.

Menurut perhitungan Andian, kurs rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 14.900-Rp 15.000 per dollar AS. Sementara, Fikri menganalisa kurs rupiah akan bergerak dengan rentang pergerakan Rp 14.550-Rp 15.050 per dollar AS.

Diketahui lanjut laporan, Bank Sentral AS The Fed telah menetapkan penurunan suku bunga acuan dari 1,25 persen menjadi 0,25 persen dan meluncurkan program quantitative easing sebesar US$700 miliar untuk meredam dampak penyebaran virus corona.

Source : investing.com