Dolar AS Lanjut Penguatan Dipicu Meningkatnya Permintaan di Mancanegara

Dolar AS Lanjut Penguatan Dipicu Meningkatnya Permintaan di Mancanegara

Category : Currency

Dolar AS melanjutkan tren penguatan terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu pagi, setelah imbal hasil obligasi AS melonjak dan ketakutan yang semakin mendalam terhadap covid-19 mendorong perebutan mendapatkan greenback.

Pound dan Yen naik tipis, Yen (USD/JPY) terakhir naik 0,3% pada 107,37 per dolar, sementara pound (USD/GBP) naik 0,5% pada $ 1,2108 dan euro (EUR/USD) stabil di $ 1,1000.

Keduanya jauh di bawah level sepekan lalu karena investor menjual apa saja untuk mendapatkan dolar dan bisnis berusaha menarik pinjaman dan menimbun uang tunai untuk keluar dari krisis, menurut berita yang dilansir Reuters Rabu (18/03) pagi.

“Itu semua dipicu kekurangan dolar AS,” kata Gunter Seeger, wakil presiden senior PineBridge Investments di New York.

Dislokasi di pasar obligasi AS, yang menjadi tempat imbal hasil utang pemerintah berputar-putar selama sepekan terakhir, menggambarkan keputusasaan untuk mendapatkan uang tunai, bahkan sete;ah Federal Reserve AS memompa likuiditas ke dalam sistem.

“Orang-orang sangat, sangat gugup,” kata Seeger. “Semua orang gugup tentang virus, tentang harga minyak, tentang pekerjaan mereka, tentang segalanya.”

Sementara covid-19 terus menyebar, dan banyak negara menerapkan pembatasan sosial yang ketat guna membendung wabah tersebut.

Korban kematian global sudah di atas 7.800, sementara jumlah kasus mendekati 200.000 dan dampak ekonomi akibat penguncian global meningkat.

Imbal hasil obligasi AS 10-tahun melonjak 34 basis poin lebih tinggi semalam, kenaikan satu hari terbesar sejak 2004.

Imbal hasil yang lebih tinggi juga menambah daya tarik untuk memiliki dolar, di tengah tanda-tanda meningkatnya pasokan – terutama di luar negeri.

Spread swap lintas mata uang, yang menunjukkan biaya meminjam dolar di luar negeri, mencapai jumlah terlebar dalam beberapa tahun.

Spread swap berbasis mata uang silang euro/dolar tiga bulan naik 120 basis poin – terlebar sejak akhir 2011 – sebelum jatuh kembali ke 39 basis poin.

Spread untuk Aussie dan yen juga melebar secara dramatis. Mata uang berisiko juga terpukul dengan mood, dan melanjutkan penurunan besar pada Rabu pagi.

Source : investing.com