Euro Menguat Didorong Program Pembelian Aset ECB, Dolar AS Masih Teratas

Euro Menguat Didorong Program Pembelian Aset ECB, Dolar AS Masih Teratas

Category : Currency

Euro menguat terhadap dolar AS dan pound pada Kamis pagi setelah Bank Sentral Eropa atau ECB mengumumkan program pembelian aset senilai 750 miliar euro untuk menghadapi dampak wabah covid-19.

Sterling turun nyaris ke level terendah sejak 1985 terhadap greenback. Dolar Australia terjepit di level terendah 17-tahun, sementara dolar Selandia Baru jatuh ke level terendah 11-tahun karena rendahnya likuiditas di pasar keuangan lain mendorong para investor memburu uang tunai, ungkap berita yang dilansir Reuters Kamis (19/03).

ECB mengatakan program baru, yang menargetkan aset sektor publik dan swasta, akan dilakukan hingga akhir 2020.

Pengumuman ECB terbaru merupakan bagian dari rangkaian langkah bank sentral utama minggu ini untuk mengimbangi dampak wabah covid-19 terhadap ekonomi global dan pasar keuangan.

Analis mengatakan kenaikan euro kemungkinan hanya sesaat karena banyak investor melakukan aksi jual berbagai instrumen keuangan dan beralih ke uang tunai dalam dolar AS karena tingkat ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat wabah covid-19.

“Euro sedang diburu karena ECB, yang sebelumnya terlihat agak enggan bergerak, akhirnya melakukan tindakan sangat berani,” kata Takuya Kanda, Manajer Umum departemen penelitian di Gaitame.com Research Institute di Tokyo.

Euro (EUR/USD) naik 0,37% menjadi $ 1,0953 di awal sesi Asia pada Kamis pagi. Terhadap pound, euro naik 0,6% menjadi 94,30 pence.

Menurut data investing.com Kamis pukul 9.05 WIB, Euro naik 0,14% menjadi 1,0580 terhadap Franc Swiss. Terhadap Yen Jepang, mata uang ini naik 0,77% menjadi 118,82.

Skema pembelian ECB, yang diumumkan pada pertemuan darurat Rabu malam, diambil kurang dari seminggu setelah pembuat kebijakan meluncurkan langkah-langkah stimulus baru.

Program pembelian aset ini juga akan mencakup utang dari Yunani, yang sejauh ini telah ditutup dari pembelian obligasi ECB karena peringkat kreditnya yang rendah, kata ECB.

Menurut data investing.com Kamis pukul 9.05 WIB, Pound (GBP/USD turun ke level $1,1505 terhadap Dolar AS, Dolar Selandia Baru mencapai level terendah 11-tahun $ 0,5549 di awal perdagangan Asia. Dolar Australia juga turun 3,40% menjadi $ 0,5579. Terhadap yen, greenback (USD/JPY) menguat 1,02% menjadi 109,17, dan melanjutkan penguatan terhadap rupiah 1.35% di level 15.405.

Source : investing.com