Minyak Naik Usai Gedung Putih Isyaratkan Tengahi Perang Harga Saudi-Rusia

Minyak Naik Usai Gedung Putih Isyaratkan Tengahi Perang Harga Saudi-Rusia

Category : Comodities

Harga minyak mentah AS lanjutkan kenaikan pada Jumat (20/03) setelah melonjak 24% pada hari sebelumnya. Tren positif minyak ini didukung oleh isyarat dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa ia dapat mengintervensi perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia pada “waktu yang tepat.”

Minyak mentah AS dan minyak acuan global Minyak Brent Berjangka telah jatuh sekitar 40% selama dua minggu terakhir Reuters melaporkan Jumat (20/03) pagi sejak gagalnya perundingan antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra sekutunya, termasuk Rusia. Kegagalan tersebut mendorong Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar dunia, untuk meningkatkan pasokan.

Menurut data Investing.com Jumat pukul 10.32 WIB, minyak berjangka Minyak Mentah WTI Berjangka AS melonjak 3,74% di $26,88 per barel dan minyak berjangka Brent juga melesat sebesar 2,04% di $29,05

Minyak Brent telah melonjak 14,4% pada Kamis (19/03) kemarin dan mencatatkan kenaikan satu hari terbesar sejak September tahun lalu. Namun minyak acuan internasional ini telah jatuh sekitar 16% untuk minggu ini setelah mencapai titik terendah sejak tahun 2003 pada hari Rabu.

Pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan jalur diplomatik agar Arab Saudi menghentikan produksinya dan menggunakan ancaman sanksi terhadap Rusia untuk memaksa pengurangan produksi minyak, Wall Street Journal melaporkan, mengutip sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Source : investing.com