Resesi Global Mengancam, Dolar AS Bergerak Naik

Resesi Global Mengancam, Dolar AS Bergerak Naik

Category : Currency

Dolar AS sedikit menguat Jumat (03/04) pagi dan akan menutup pekan ini naik hampir 2%. Tren penguatan dolar ini didorong oleh lonjakan harga minyak dan investor memilih tempat aman bagi asetnya di tengah memburuknya kondisi ekonomi dampak dari pandemi covid-19.

Menurut data Investing.com pukul 09.07 WIB, US Dollar Index naik 0,01% ke 100,285 dan untuk sepekan ini indeks ini telah menguat 1,77% dari level 98.428,

Keuntungan dolar ini muncul setelah berakhirnya kekacauan di pasar pada bulan lalu ungkap laporan Reuters Jumat (03/04) pagi. Situasi pasar buruk tersebut mendorong dolar melonjak lantaran terus diburu sebagai uang tunai dalam ancaman virus, kemudian dolar akhirnya turun tatkala Federal Reserve AS membanjiri pasar dengan likuiditas.

Kenaikan harga minyak pekan ini juga turut membantu greenback mencapai level tertinggi dua minggu terhadap euro. Hal ini dipicu posisi Amerika Serikat sebagai produsen minyak dan gas utama dunia.

Sepekan ini dari data Investing.com, minyak WTI telah melonjak 13,11% dari harga $20,91 menjadi $24,35 per barel.

EUR/USD turun 0,06% ke 1,0849 pada Jumat  (03/04) menurut data Investing.com dan sepekan ini telah turun 2,7%.

Pasar kini akan memantau data gaji pekerja di Amerika Serikat pukul 12.30 GMT.

Pandemi virus terus memburuk di Amerika Serikat dan tindakan karantina wilayah semakin meluas sehingga mendorong lonjakan klaim tunjangan pengangguran mingguan menjadi 6,6 juta besar pekan lalu.

AUD/USD turun 0,02% ke 0,6058 dan NZD/USD turun 0,17% di 0.5906.

Namun USD/IDR turun 0,15% ke 16.445 dan USD/JPY melemah 0,06% di 107,84.

Source : investing.com