Produksi Tambang Emas AS Turun Nyaris 1 Juta Ons di Kuartal I-2020

Produksi Tambang Emas AS Turun Nyaris 1 Juta Ons di Kuartal I-2020

Category : Comodities

Produksi emas perusahaan pertambangan emas yang terdaftar di bursa NYSE turun secara kumulatif sebesar 974.000 ons pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan keseluruhan produksi pada kuartal II/2019.

Dalam studi mengenai perusahaan-perusahaan pertambangan emas utama yang terdaftar di NYSE, sembilan dari sepuluh perusahaan penambang tersebut mencatat penurunan produksi pada kuartal I ini menurut laporan Kitco Rabu (20/05) pagi. (Perusahaan tambang emas AngloGold Ashanti tidak merilis jumlah keseluruhan produksi pada Q4/2019. Sebaliknya mencatat total rata-rata Q4 dari keseluruhan produksi enam bulan perusahaan. Pengecualian lainnya adalah Kinross Gold, yang merilis produksi emas setara ons.)

Produksi kuartal keempat kumulatif pada 2019 bagi perusahaan penambang emas terbesar yang terdaftar di NYSE mencatat angka 6,834 juta ons. Pada Q1 2020, produksi turun 15% menjadi 5,859 juta ons.

Perusahaan pertambangan emas tersebut terkena dampak aturan pemerintah yang memberlakukan penutupan tambang di seluruh dunia, seperti Meksiko, Afrika Selatan dan Provinsi Quebec di Kanada. Covid-19 bukan satu-satunya alasan kemunduran. Produksi juga dipengaruhi oleh perubahan musim, rencana tambang yang dimodifikasi, dan variabilitas lain dalam operasi.

Mengutip data Investing.com pukul 10.05 WIB, Emas Berjangka menguat 0,50% di $1.754,40 per ons dan emas spot XAU/USD naik 0,27% di $1.749,30.

Sementara harga emas Antam (JK:ANTM) per gram naik Rp2.000 dari Selasa kemarin menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia sampai pukul 08.23 WIB Rabu pagi ini. Pada hari Selasa emas Antam mencapai harga Rp924.000 dan harga terakhir kini turun ke Rp926.000.

Source : investing.com