Category Archives: Comodities

Klaim Pengangguran & Paket Stimulus Sempat Mendorong Penguatan Emas

Category : Comodities

Rekor nilai paket stimulus AS sebesar $2 triliun sempat membuat emas menguat ditambah lagi data pengangguran tertinggi sepanjang masa yang dirilis Kamis pagi waktu AS membuat logam kuning ini melanjutkan tren penguatan namun itu ternyata hanya sementara karena pada Jumat pagi sudah kembali melemah.

Emas spot dan emas berjangka sempat naik di zona $1.600 pada hari Kamis merespon aksi penyelamatan fiskal yang telah mendapat persetujuan Senat AS untuk memberikan suntikan dana segar pada ekonomi yang terguncang akibat covid-19.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa rekor 3,28 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pertama kali – angka yang lebih tinggi daripada populasi Chicago yang hanya 2,7 juta, yang mengisyaratkan upaya perbaikan pasar tenaga kerja bisa memakan waktu lebih lama daripada yang diberikan stimulus dan sempat dinilai bakal meningkatkan prospek safe havens seperti emas.

Menurut data investing.com Jumat (27/03) pukul 09.15, Emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX dilevel $1,639.05 per ons, sementara XAU/USD dilevel $1,627.79 per ons.

Sementara anggaran stimulus yang disetujui Senat sebesar $2 triliun, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow telah menyarankan rancangan anggaran penyelamatan terakhir untuk Amerika Serikat bisa setinggi $6 triliun.

Secara terpisah, Federal Reserve telah mengganggarkan lebih banyak untuk mendukung pasar keuangan melalui pembelian obligasi dan pinjaman langsung ke perusahaan, yangmenambah prospek emas.

Source : investing.com


Minyak Menguat Didorong Harapan Suntikan Stimulus Lanjutan

Category : Comodities

Harga minyak menguat pada Jumat (27/03) setelah para pemimpin dunia menjanjikan suntikan dana besar-besaran untuk melawan dampak negatif ekonomi pandemi virus covid-19. Penguatan minyak ini muncul kendati kekhawatiran mengganasnya wabah virus akan menghancurkan permintaan minyak.

Setelah jatuh selama empat minggu terakhir lapor Reuters Jumat (27/03) pagi, minyak mentah Minyak Brent Berjangka naik 1,21% di $26,66 per barel Jumat (27/03) pukul 10.29 WIB menurut data Investing.com. Minyak mentah Minyak Mentah WTI BerjangkaAS melonjak 2,04% di $23,06 per barel.

Kedua kontrak minyak tersebut telah jatuh sekitar 60% sepanjang tahun ini.

Para pemimpin negara-negara G20 berjanji pada Kamis untuk menyuntikkan dana lebih dari $5 triliun ke dalam perekonomian global untuk membatasi kehancuran sektor pekerjaan dan pendapatan akibat virus covid-19 dan “melakukan apa pun untuk mengatasi pandemi virus ini.”

Jumlah kasus virus covid-19 di Amerika Serikat kini telah melampaui Cina dan Italia, menurut data Reuters. Amerika kini juga menghadapi lonjakan rawat inap dan kekurangan pasokan, staf, dan tempat tidur bagi yang sakit.

Kucuran dana stimulus ini membantu harga minyak naik di kala banyak pemerintah negara mengeluarkan langkah-langkah stimulus tambahan untuk memerangi pandemi.

Source : investing.com


Emas Naik Dipicu Kebijakan Terbaru Fed AS Menghadapi Dampak Covid-19

Category : Comodities

Harga emas di Asia naik Selasa pagi, bertahan di atas angka $1.500 setelah Federal Reserve, Bank Sentral AS mengumumkan langkah lanjutan untuk memerangi pandemi COVID-19.

Menurut data investing.com Selasa (24/03) pukul 9.30 WIB, Emas Berjangka naik 1,76% menjadi $1.595,20 dan XAU/USD naik 1.39% menjadi $1.575.34, setelah The Fed mengumumkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membeli obligasi dan sekuritas yang didukung hipotek dalam jumlah yang tidak terbatas.

Langkah-langkah menjaga biaya pinjaman pada tingkat rendah dan memberikan logam kuning, yang tidak membayar bunga, dorongan.

The Fed juga berjanji membiayai rumah tangga, usaha kecil dan pengusaha karena Senat AS tidak memberikan persetujuan alokasi anggaran untuk paket stimulus senilai lebih dari $ 1 triliun pada Senin sore.

“The Fed meluncurkan kebijakan terbesarnya yang terlihat sampai saat ini – bahkan lebih besar dari pada krisis keuangan besar,” Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar BMO, mengatakan kepada Reuters.
 
“Pasar bereaksi secara instan dengan ekuitas dan emas yang melonjak di belakang pendekatan ‘Draghi’ baru versi Fed. Namun, pertanyaannya yang muncul apakah optimisme ini akan bertahan lebih dari satu hari.”

Source : investing.com


Harga Minyak Menguat Didorong Kemungkinan Aliansi AS-Saudi

Category : Comodities

Harga minyak bergerak naik pada Selasa (24/03) pagi di Asia pasca Amerika Serikat mengindikasikan kemungkinan membentuk aliansi dengan Arab Saudi untuk menstabilkan harga.

Minyak Brent Berjangka Internasional melonjak 3,63% di $28,00 Selasa (24/03) pagi pada pukul 10.00 WIB menurut data Investing.com dan Minyak Mentah WTI AS Berjangka melonjak 4.71% di $24.42 per barel.

Menteri Energi AS Dan Brouillette mengisyaratkan pada Senin bahwa aliansi minyak antara Saudi-AS menjadi salah satu opsi untuk menstabilkan harga karena pandemi COVID-19 terus mengurangi permintaan dan perang harga antara Arab Saudi dan Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Namun ia juga menekankan: “Pada titik tertentu kita akan melakukan upaya diplomatik di ujung jalan. Tetapi tidak ada keputusan yang dibuat atas hal semacam itu. “

“Hampir mencapai batas perdagangan yang lebih rendah level 20-an telah memberikan beberapa dukungan untuk WTI dan Brent,” Ryan Mckay, ahli strategi komoditas di TD Securities, mengatakan kepada Bloomberg.

“Umumnya, stimulus membantu sentimen, bahkan jika itu tidak membantu permintaan. Investor mungkin bergantung pada sedikit harapan bahwa hubungan OPEC-Texas dapat terwujud.”

Source : investing.com


Harga Minyak Lanjut Turun Setelah OPEC-AS Gagal Capai Kesepakatan

Category : Comodities

Harga minyak anjlok ke level terendah sejak 2003 karena tidak tercapainya kesepakatan antara OPEC dan AS. 

Menurut data investing.com Senin pukul 9.48 WIB, Minyak Minyak Brent Berjangka turun 3,08% ke $26,16, sementara Minyak Mentah AS Minyak Mentah WTI Berjangka naik 0,62% menjadi $22,77.
 
Pada hari Jumat, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengundang Komisaris Kereta Api Texas Ryan Sitton ke pertemuan OPEC pada bulan Juni. Meskipun undangan ini dengan cepat membangkitkan harapan kesepakatan untuk menstabilkan harga minyak, Sitton menuai kritik ketika ia menyerukan penurunan produksi minyak mentah Texas untuk pertama kalinya sejak 1970.

Baik Arab Saudi maupun Rusia belum mengisyaratkan menghentikan perang harga yang sedang berlangsung, dan pengamat Kremlin menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mungkin tunduk pada apa yangg dianggapnya sebagai pemerasan minyak Saudi.

Meningkatnya pasokan dari kedua negara dapat segera mendorong harga turun lebih rendah, karena penyebaran pandemi COVID-19 yang berlanjut terus menurunkan permintaan.

Source : investing.com


Harga Emas Semakin Menguat Seiring Pelemahan Dolar AS

Category : Comodities

Harga emas naik Senin (23/030 pagi di Asia dan sebaliknya dolar AS melemah. Hal ini memberikan keamanan sementara bagi emas atas penurunan yang terjadi pekan lalu.

Emas Berjangka sempat melewati level $1.500, dibuka pada $1.506,15 sebelum menetap di $1.499.00, sementara XAU/USD turun 0.20% menjadi $1.496.20 pada pukul 10.15 WIB menurut data Investing.com. US Dollar Index kini melemah 0,57% di 102,23.

Logam kuning sekali lagi muncul sebagai tempat yang aman bahkan ketika dolar AS melonjak ke rekor tertinggi Jumat lalu. Greenback menantang status emas sebagai safe haven. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar.

Emas juga mendapat dorongan dari pelemahan awal di bursa Asia, dengan investor masih khawatir mengenai dampak pandemi COVID-19 yang terus menyebar.

“Ini jelas merupakan pertanda yang baik bagi pasar,” Simon Harvey, analis pasar valuta asing di Monex Eropa, mengatakan kepada Bloomberg. “Di pasar ini tidak ada yang diambil untuk diberikan, Anda harus mengambilnya setiap hari jika itu datang.”

Ia mencatat bahwa masalah likuiditas akan terus memberikan tekanan pada dolar.

Source : investing.com


Emas Naik Tipis Ditengah Tingginya Perburuan Mendapatkan Dolar AS

Category : Comodities

Harga emas naik tipis pada hari Jumat setelah penurunan di sesi sebelumnya, tetapi masih dalam tren penurunan mingguan kedua ditengah meningkatnya perburuan para investor untuk mendapatkan uang tunai Dolar AS di tengah meluasnya dampak ekonomi dari wabah covid-19.

Menurut data investing.com Jumat pukul 9.30 WIB, Emas Berjangka naik 0.55% menjadi 1,487.50 per ons, dan emas spot XAU/USD naik 0,85% menjadi $ 1,485.62 per ons.

Emas sempat turun lebih dari 1% pada hari Kamis karena dolar AS melonjak ke level tertinggi dan investor terus menjual aset untuk menimbun uang tunai.

Indeks MSCI dari bursa di kawasan Asia-Pasifik di luar Jepang menguat 0,6%, sementara bursa Australia yang naik 2,9%, ungkap berita yang dirilis Reuters Jumat (20/03).

Dari Amerika Serikat, Federal Reserve membuka keran bagi bank-bank sentral di sembilan negara untuk mengakses dolar guna mencegah epidemi covid-19 menyebabkan kekacauan ekonomi global.

Selain itu, Amerika Serikat memperingatkan warga Amerika pada hari Kamis untuk kembali ke rumah atau tinggal di luar negeri tanpa batas waktu, sementara anggota Senat dari Partai Republik meluncurkan rencana stimulus ekonomi $1 triliun untuk menyediakan dana langsung ke bisnis dan warga Amerika, karena wabah virus di negara itu melonjak melewati 13.000 kasus.

Dari Eropa, Bank of England menjanjikan 200 miliar pound pembelian obligasi dan memangkas suku bunga utamanya menjadi 0,1% dalam langkah darurat kedua hanya dalam waktu satu minggu untuk mengurangi dampak wabah terhadap ekonomi Inggris.

Saat ini, ekonomi global sudah dalam resesi karena pukulan terhadap aktivitas ekonomi dari virus telah meluas, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters di tengah serangkaian tindakan stimulus bank sentral minggu ini.

Sementara Palladium turun 0,5% menjadi $1,644,04 per ons. Platinum naik 1,6% menjadi $595,69.

Source : investing.com


Minyak Naik Usai Gedung Putih Isyaratkan Tengahi Perang Harga Saudi-Rusia

Category : Comodities

Harga minyak mentah AS lanjutkan kenaikan pada Jumat (20/03) setelah melonjak 24% pada hari sebelumnya. Tren positif minyak ini didukung oleh isyarat dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa ia dapat mengintervensi perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia pada “waktu yang tepat.”

Minyak mentah AS dan minyak acuan global Minyak Brent Berjangka telah jatuh sekitar 40% selama dua minggu terakhir Reuters melaporkan Jumat (20/03) pagi sejak gagalnya perundingan antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra sekutunya, termasuk Rusia. Kegagalan tersebut mendorong Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar dunia, untuk meningkatkan pasokan.

Menurut data Investing.com Jumat pukul 10.32 WIB, minyak berjangka Minyak Mentah WTI Berjangka AS melonjak 3,74% di $26,88 per barel dan minyak berjangka Brent juga melesat sebesar 2,04% di $29,05

Minyak Brent telah melonjak 14,4% pada Kamis (19/03) kemarin dan mencatatkan kenaikan satu hari terbesar sejak September tahun lalu. Namun minyak acuan internasional ini telah jatuh sekitar 16% untuk minggu ini setelah mencapai titik terendah sejak tahun 2003 pada hari Rabu.

Pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan jalur diplomatik agar Arab Saudi menghentikan produksinya dan menggunakan ancaman sanksi terhadap Rusia untuk memaksa pengurangan produksi minyak, Wall Street Journal melaporkan, mengutip sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Source : investing.com


Harga Minyak Anjlok karena Kekhawatiran Turunnya Permintaan Bahan Bakar

Category : Comodities

Harga minyak turun tajam pada perdagabgan Rabu, karena permintaan bahan bakar yang lebih lemah ditambah kekhawatiran perang harga yang mencengkeram para pelaku pasar.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April turun USD6,58, atau 24,4%, menjadi USD20,37 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level terendah sejak 20 Februari 2002.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei turun USD3,85 atau 13,4%, menjadi ditutup pada USD24,88 per barel di London ICE Futures Exchange, dengan harga berakhir pada level terendah sejak Mei 2003. Demikian dilansir dari Xinhua, Kamis (19/3/2020).

Para pedagang semakin khawatir atas risiko penurunan lebih lanjut terhadap permintaan minyak di tengah virus corona, sementara masih ada tanda-tanda perang harga di pasar minyak antara Arab Saudi dan Rusia.

Kegagalan mencapai kesepakatan mengenai pengurangan produksi minyak antara negara pengekspor dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, telah memicu kekhawatiran kemungkinan perang harga.

Source : okezone.com


Emas Kembali Turun Kebawah $1.500 Setelah Dow Anjlok ke Level 19.000

Category : Comodities

Emas kembali menjadi korban dari upaya gagal yang dilakukan pemerintahan Trump untuk meredakan kepanikan di Wall Street, jatuh kembali ke bawah level $1.500 karena investor melakukan aksi jual untuk mendapatkan uang tunai setelah Dow kembali anjlok ke bawah level 20.000 poin.

Menurut data investing.com Kamis pukul 8.35 WIB, Emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX di level $1,490,05 per ons, sementara XAU/USD $1,489.39 per ons.

“Emas terperangkap di antara batu dan granit yang akhirnya malah mencemari label safe-haven-nya,” kata Tariq Zahir, pendiri Tyche Capital Advisors yang berbasis di New York, yang menjalankan Program Komoditas Makro Global.

“Untuk saat ini, semua mata memantau Dow meskipun disisi lain hal itu berarti kesempatan membeli dengan harga diskon dibawah $1.500.”

Dow ditutup turun 6.30% pada hari Rabu di level 19.800 poin setelah sempat merosot ke kisaran 18.000.

Emas berjangka naik hanya di atas $ 39, atau 3%, pada hari Selasa setelah pemerintahan Trump mengatakan pihaknya menyiapkan paket stimulus senilai $1,3 triliun untuk mengurangi efek covid-19, yang telah menginfeksi lebih dari 7.500 orang Amerika dengan korban meninggal lebih dari 120 orang, dan menghentikan sebagian besar ekonomi AS.

Source : investing.com