Category Archives: Currency

Rupiah spot dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (5/6)

Category : Currency

Rupiah dibuka menguat pada perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (5/6). Pukul 09.17 WIB, rupiah di pasar spot ada di Rp 14.075 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,14% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.095 per dolar AS.

Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia lainnya. Won Korea memimpin penguatan mata uang Asia terhadap dolar AS pagi ini dengan kenaikan 0,26%, dolar Taiwan menguat 0,11%, baht Thailand menguat 0,06%, yen Jepang menguat 0,55%, ringgit Malaysia menguat 0,02%, dolar Singapura menguat 0,04% dan pesso Filipina menguat 0,01% terhadap dolar AS.

Sementara mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 96,81, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 96,67.

Source : kontan.co.id


Euro Melemah Pasca Keputusan ECB, Dolar AS Naik Jelang Rilis Data Tenaga Kerja

Category : Currency

Euro kembali alami koreksi pada Jumat (05/06) pagi setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memperluas stimulusnya lebih dari yang diharapkan guna menopang perekonomian yang menghadapi resesi terburuk sejak Perang Dunia Kedua.

Menurut data Investing.com, EUR/USD turun tipis 0,04% di 1,1332 pukul 10.01 WIB setelah Kamis (04/06) kemarin ditutup menguat 0,92% di 1,1338. Untuk sepekan pasangan ini telah menguat 2,11%.

Sebagaimana dilaporkan Reuters Jumat (05/06) pagi, ECB meningkatkan skema pembelian obligasi darurat senilai 600 miliar euro, ini lebih dari 500 miliar yang diperkirakan pasar, menjadi 1,35 triliun dan memperpanjang skema tersebut hingga pertengahan 2021.

Kepercayaan investor pada mata uang ini juga telah tumbuh setelah Jerman bulan lalu mendukung gagasan dana pemulihan Uni Eropa, lepas dari tradisi lama menolak langkah-langkah menuju integrasi fiskal dalam blok mata uang tersebut.

Hingga pukul 10.10 WIB, EUR/GBP naik tipis 0,01% di 0,9000 dan EUR/JPY stabil di 123,71. US Dollar Index naik 0,12% ke 96,773.

Sementara rupiah USD/IDR menguat 1,06% di 13.945,0 terhadap dolar AS sampai pukul 10.09 WIB.

Pertama kalinya sejak pertengahan Maret, laporan mingguan klaim pengangguran AS menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan turun di bawah angka 2 juta minggu lalu.

Data ketenagakerjaan resmi AS bakal dirilis Jumat ini  dan diperkirakan akan menunjukkan gaji pekerja nonpertanian turun 8 juta pada Mei setelah mencatat rekor penurunan sebanyak 20,537 juta pada April.

Tingkat pengangguran diperkirakan meningkat menjadi 19,8%, rekor jumlah pasca Perang Dunia II, dari 14,7% pada bulan April.

Source : investing.com


New Normal Jadi Pendongkrak Penguatan Nilai Tukar Rupiah

Category : Currency

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada awal Kamis ini diprediksi masih perkasa terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, ekspektasi pemulihan ekonomi yang lebih cepat karena dibukanya kembali perekonomian di beberapa negara di tengah pandemi telah memberikan sentimen positif ke aset berisiko termasuk rupiah.

Selain itu, tambah Ariston, rencana New Normal di Indonesia juga masih memberikan sentimen positif ke pasar.

“Momentum penguatan rupiah mungkin masih terjaga hari ini dengan potensi ke area support di kisaran Rp 14.000, dan potensi resisten di Rp 14.200,” kata Ariston dalam riset hariannya, Rabu (3/6/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu kemarin (3/6/2020) berada di level Rp 14.095 per dolar AS.

Level itu menguat bila dibandingkan pergerakan Selasa sebelumnya yang berada di level Rp 14.415 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu kemarin berada di level Rp 14.245 per dolar AS.

Posisi itu menguat bila dibandingkan pada Selasa sebelumnya yang berada di level Rp 14.502 per dolar AS.

Source : suara.com


Euro Alami Koreksi Ditengah Spekulasi Stimulus ECB

Category : Currency

Euro EUR/USD koreksi terhadap mata uang lain pada Kamis (04/06) pagi di tengah ekspektasi Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperluas program pembelian obligasinya sore nanti guna menopang perekonomian yang terdampak covid-19.

Pada pukul 09.18 WIB mengutip data Investing.com, EUR/USD melemah 0,12% di 1,1218 dan EUR/JPY turun 0,12% ke 122,19. EUR/CHF turun 0,04% di 1,0792.

Euro sempat ke level $1,12305, setelah naik ke $1,1258 pada hari Rabu (03/06), level tertinggi sejak pertengahan Maret dan tujuh sesi kenaikan berturut-turut.

Sementara rupiah EUR/IDR melemah 0,27% di 15.877,7 terhadap euro sampai pukul 09.29 WIB dan USD/IDR turun 0,35% di 14.145,0 lawan dolar AS.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (04/06) pagi, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan meningkatkan jumlah dana program pembelian darurat pandemi (PEPP) senilai 750 miliar euro (531,5 miliar pound) Kamis ini.

ECB memberikan keputusan kebijakan pada pukul 11.45 GMT dan Presiden ECB Christine Lagarde akan mengadakan konferensi pers pukul 12.30 GMT.

Mata uang Uni Eropa telah menguat didorong harapan dari langkah-langkah dukungan fiskal Uni Eropa setelah Jerman bulan lalu mendukung gagasan dana pemulihan Uni Eropa, melepaskan diri dari tradisi lama untuk menolak langkah-langkah menuju integrasi fiskal dalam blok mata uang tersebut.

Source : investing.com


New Normal Jadi Penguat Rupiah Lawan Dolar AS

Category : Currency

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu (3/6/2020) ini diprediksi masih akan menguat terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, pembukaan kembali perekonomian di beberapa negara pandemi dan rencana new normal di Indonesia masih akan menjadi sentimen positif penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini.

Ariston menerangkan, para pelaku pasar seakan tidak mau ketinggalan kereta dan berusaha segera masuk ke aset-aset berisiko untuk mendapatkan yield yang lebih tinggi.

Penguatan nilai tukar rupiah ini juga didorong dari isu demo rusuh di AS yang masih belum selesai hingga hari ini juga menjadi salah satu penekan dolar AS karena demo ini bisa menganggu perekonomian AS.

Kendati begitu, pasar masih mewaspadai lanjutan isu ketegangan AS dan China yang bisa membalikkan keadaan bila lanjut ke perang dagang.

“Rupiah berpotensi menguat ke kisaran support Rp 14.300 dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.480,” kata Ariston dalam riset hariannya, Rabu (3/6/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Selasa kemarin (2/6/2020) berada di level Rp 14.415 per dolar AS.

Level itu menguat bila dibanding pergerakan Jumat sebelumnya yang berada di level Rp 14.610 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Selasa kemarin berada di level Rp 14.502 per dolar AS.

Posisi itu menguat bila dibandingkan pada Jumat pekan sebelumnya yang di level Rp 14.733 per dolar AS.

Source : suara.com


Dolar AS Melemah, Fokus Pasar Beralih ke Pemulihan Ekonomi Global

Category : Currency

Dolar Amerika Serikat melemah pada Rabu (03/06) pagi akibat prospek kebijakan stimulus lanjutan dari pemerintah dunia dan pemulihan ekonomi global membuat para investor berani meningkatkan kepemilikannya pada aset berisiko.

Pukul 10.03 WIB, US Dollar Index turun 0,18% di 97,487 menurut data Investing.com. EUR/USD naik 0,24% di 1,1196 dan GBP/USD menguat 0,2% ke 1,2574. USD/JPY turun 0,09% ke 108,56.

Sementara rupiah USD/IDR pun menguat 1,53% di 14.195,0 terhadap dolar AS.

Diberitakan Reuters Rabu (03/06) pagi, dolar Australia mencapai level tertinggi lima bulan terhadap dolar karena dana mulai masuk menuju negara dengan ekonomi yang terlihat pulih lebih cepat dari pandemi covid-19.

Aussie, yang telah mendapat dorongan dari tanda-tanda penurunan ekonomi mungkin tidak separah yang ditakutkan sebelumnya, bisa mendapatkan tenaga tambahan lain jika data produk domestik bruto kuartal pertama yang akan dirilis Rabu nanti menunjukkan negara itu menghindari kontraksi.

Hingga pukul 10.09 WIB, AUD/USD menguat 0,52% di 0,6930 dan USD/CNY naik 0,19% ke 7,1129.

Yuan Cina juga menjadi fokus pasar sebelum rilis data sektor jasa dari negara ekonomi terbesar kedua di dunia, itu yang dapat meningkatkan harapan untuk pemulihan ekonomi.

Greenback juga turun terhadap pound Inggris di mana investor mempertimbangkan aksi unjuk rasa yang melanda seluruh negara bagian Amerika Serikat.

Source : investing.com


Dolar AS Naik Didorong Meluasnya Unjuk Rasa di Banyak Kota di Amerika Serikat

Category : Currency

Dolar Amerika Serikat bergerak naik pada Selasa (02/06) pagi. Pergerakan ini terjadi meski ada harapan pemulihan ekonomi global di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan AS-Cina dan juga banyak unjuk rasa melanda kota-kota di AS akibat kematian George Floyd oleh mantan pecatan polisi AS.

US Dollar Index naik 0,08% di 97,898 pukul 09.17 WIB menurut data Investing.com. EUR/USD turun 0,13% di 1,1120 dan GBP/USD turun 0,03% ke 1,2489.

Sementara rupiah USD/IDR menguat 0,99% di 14.465,0 terhadap dolar AS sampai pukul 09.19 WIB dan USD/JPY naik 0,07% di 107,65 hingga pukul 09.24 WIB.

Melansir Reuters Selasa (02/06) pagi, aktivitas manufaktur AS meningkat dari level terendah 11 tahun pada bulan Mei dan meski pembacaan ini lebih lemah dari perkiraan, namun itu sesuai dengan harapan pasar bahwa penurunan ekonomi terburuk sudah tertinggal di belakang ketika dunia usaha dibuka kembali.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Senin bahwa ia mengerahkan ribuan tentara bersenjata berat dan para penegak hukum untuk menghentikan tindakan kekerasan di ibukota AS dan berjanji melakukan hal yang sama di kota-kota lain jika walikota dan gubernur gagal mengendalikan situasi di wilayah masing-masing.

Unjuk rasa meletus setelah kematian George Floyd, seorang warga berdarah Afrika-Amerika berusia 46 tahun yang meninggal saat dalam penahanan polisi Minneapolis setelah lehernya ditekan di bawah lutut petugas kulit putih selama hampir sembilan menit.

Source : investing.com


Dolar AS Stagnan, Pasar Fokus Respons Trump soal UU Hong Kong

Category : Currency

Dolar AS naik tipis pada Jumat (29/05) pagi karena fokus trader kini beralih kepada tanggapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap pengesahan undang-undang keamanan nasional Cina untuk Hong Kong.

Hingga pukul 09.49 WIB menurut data Investing.com, US Dollar Index sedikit naik 0,02% di 98,390. Euro EUR/USD naik 0,10% di 1,1087 dan Pound GBP/USD naik 0,08% ke 1,2325. Yen USD/JPY turun 0,20% ke 107,42 dan USD/CNY naik 0,21% di 7,1530.

Sementara rupiah USD/IDR bergerak menguat 0,14% ke 14.695,0 per dolar AS sampai pukul 09.51 WIB.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (29/05) pagi, yuan melemah pagi ini di mana investor terus gelisah menjelang pengumuman Trump Jumat mengenai langkah kebijakan yang dapat memicu perseteruan diplomatik lanjutan antara Washington dan Beijing.

Sepekan ini, indeks dolar AS turun 1,50% dipicu sentimen pencabutan pembatasan covid-19 dan rencana stimulus di Eropa memperlemah permintaan atas safe haven. Tetapi sentimen bisa memburuk dengan cepat jika ketegangan Cina-AS terus meningkat.

Sedangkan, penguatan euro didorong pengumuman Uni Eropa soal dana pemulihan covid-19 senilai 750 miliar euro yang memicu optimisme untuk ekonomi kawasan euro.

Parlemen Cina pada hari Kamis menyetujui undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong yang dikhawatirkan negara-negara Barat dapat mengikis kebebasan kota tersebut.

Source : investing.com


Dolar AS Turun meski Ketegangan Cina-AS Memanas

Category : Currency

Dolar AS melemah pada Kamis (28/05) pagi meski ketegangan Cina-AS sempat memberi tekanan pada mata uang yuan dan terbukti menjadi penyeimbang terhadap optimisme dari pemulihan covid-19.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (28/05) pagi, Hong Kong menjadi titik sorotan terbaru perseteruan AS-Cina kala Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada hari Rabu bahwa rencana Cina untuk memberlakukan undang-undang di Hong Kong “hanya merupakan serangkaian tindakan baru dasarnya ingin merusak” otonomi dan kebebasan kota itu.

Hingga pukul 09.28 WIB, US Dollar Index turun 0,18% di 98,877. EUR/USD menguat 0,15% ke 1,1020 dan GBP/USD naik 0,12% di 1,2265. USD/JPY naik 0,12% di 107,84, USD/CNY turun 0,05% ke 7,1646 setelah sempat menguat ke level tertinggi di 7,1697.

Dari dalam negeri, rupiah turun 0,20% di 14,740.0 hingga pukul 09.14 WIB.

Selain itu ketegangan juga masih memanas antara Australia dan Cina terkait pandemi covid-19, sementara hubungan AS-Cina terus terpuruk di tengah serangan pemerintahan Trump atas penanganan virus Cina.

Amerika Serikat saat ini sedang menyusun berbagai opsi untuk menghukum Cina karena ingin memperketat cengkeramannya terhadap Hong Kong. Ini termasuk sanksi, tarif dan pembatasan aktivitas bagi perusahaan-perusahaan Cina, menurut berbagai sumber yang dirangkum.

Source : investing.com


Rupiah Melemah, Pound Naik Tipis Dibayangi Transisi Brexit

Category : Currency

Rupiah USD/IDR bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (28/05) pagi. Pelemahan rupiah terjadi meski ada sentimen pelonggaran karantina wilayah di sejumlah negara dan pound sedikit naik terhadap dolar dengan berbagai sentimen membayangi pergerakan mata uang Inggris ini.

Mengutip data Investing.com, rupiah turun 0,36% di 14.762,5 per dolar AS sampai pukul 11.27 WIB. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada awal perdagangan Kamis pekan ini seperti dilaporkan Liputan6 Kamis (28/05).

Mengutip Bloomberg, Kamis (28/5/2020), rupiah dibuka di angka 14.740 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.710 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus bergerak melemah ke 14.762 per dolar AS.

Sejak pagi hingga pukul 10.30 WIB, rupiah bergerak di kisaran 14.740 per dolar AS hingga 14.762 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,47 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.769 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.761 per dolar AS.

Meski dibuka melemah, namun rupiah masih memiliki potensi untuk menguat didukung sentimen pelonggaran lockdown di sejumlah negara.

Sementara pound Inggris naik tipis pada Kamis (28/05) pagi ini menurut Reuters di mana kesepakatan perdagangan Brexit tampaknya masih jauh dari kata selesai dan juga tengah dibayangi prospek suku bunga negatif, kondisi resesi yang dalam dan tumpukan hutang.

Perundingan antara Inggris dan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan perdagangan belum berjalan dengan baik sejauh ini sebelum berakhirnya periode waktu transisi Brexit pada akhir tahun ini.

Ditengah kemungkinan perceraian yang tanpa adanya aturan kedua pihak, Bank of England dapat mendorong tingkat suku bunga di bawah nol untuk membantu ekonomi yang tengah menghadapi resesi terdalam dalam beberapa dekade.

GBP/USD naik 0,03% di 1,2254 menurut data Investing.com pukul 11.51 WIB.

Source : investing.com