Dolar Amerika Serikat Turun, Fed Tegaskan Sinyalemen Nada Dovish

Dolar Amerika Serikat bergerak turun pada Kamis (25/02) pagi setelah Federal Reserve AS tetap mempertahankan sikap dovis-nya yang mendorong kekhawatiran reflasi.

Indeks dolar AS turun 0,10% ke 90,082 menurut data Investing.com pukul 10.32 WIB.

Pasangan USD/JPY naik 0,15% ke 106,02, AUD/USD turun 0,09% di 0,7960 dan NZD/USD melemah 0,13% di 0,7424.

Adapun pasangan USD/ CNY turun 0,01% di 6,4549 pukul 10.35 WIB. GBP/USD stagnan di 1,4139 dan EUR/USD naik tipis 0,02% di 1,2167.

Ketua Fed AS Jerome Powell pada hari Rabu menegaskan kembali bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan yang longgar sampai ada tanda-tanda perbaikan ekonomi jelas dan akan melihat melalui kenaikan inflasi jangka pendek. Komentar tersebut, bagian dari kesaksian Powell di hadapan Komite Layanan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS, tidak berbeda dengan kesaksian Powell di hadapan Senat AS pada hari Selasa.

“Powell memperjelas bahwa perbaikan prospek ekonomi sejauh ini tidak akan mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter … tujuan utama tidak akan kemana-mana dalam waktu dekat dan latar belakang kebijakan harus tetap mendukung aset berisiko selama beberapa waktu,” ahli strategi valuta asing National Australia Bank Rodrigo Cattrill mengatakan dalam catatan.

Investor juga terus beralih ke perdagangan reflasi, menempatkan spekulasi atas peningkatan aktivitas ekonomi dan harga, didorong oleh kondisi uang mudah, janji stimulus fiskal dan peluncuran vaksin COVID-19 yang semakin cepat.

Sedangkan rupiah bergerak melemah 0,14% di 14.100,0 per dolar AS hingga pukul 10.39 WIB.

Source : id.investing.com