Dolar AS Bergerak Naik di Tengah Ekspektasi Ditundanya Tapering Fed

Dolar Amerika Serikat naik pada Senin (02/09) pagi di Asia, tetapi masih mendekati level terendah satu bulan setelah investor menunda ekspektasi kapan Federal Reserve AS akan mulai mengurangi aset.

Indeks dolar AS bergerak menguat 0,15% di 92,175 pukul 10.00 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,05% di 109,79.

Pasangan AUD/USD melemah 0,30% di 0,7436. NZD/USD turun 0,24% ke 0,7143, setelah naik ke $0,7170 pada hari Jumat untuk pertama kalinya sejak 11 Juni.

Sementara rupiah terus menguat 0,14% di 14.240,0 per dolar AS hingga pukul 10.06 WIB.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,02% menjadi 6,4538.

Pasangan GBP/USD turun tipis 0,06% ke 1,3856 pukul 10.02 WIB.

Laporan pekerjaan AS terbaru, yang dirilis pada hari Jumat, mengecewakan. Non-farm payrolls tercatat sebanyak 235.000, kenaikan terkecil dalam tujuh bulan, dan tingkat pengangguran dirilis sebesar 5,2% untuk Agustus. Dolar AS jatuh ke 91,941, level terendah sejak 4 Agustus, pada hari Jumat.

Di Eropa, data AS memberi euro dorongan di tengah ekspektasi European Central Bank akan memulai pengurangan aset ketika mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis. Euro turun tipis 0,08% di 1,1873 setelah mencapai level tertinggi sejak 29 Juni, $1,1909, pada akhir minggu lalu.

Dengan pemulihan pasar tenaga kerja yang menjadi syarat bagi The Fed untuk memulai pengurangan aset, analis Commonwealth Bank of Australia (OTC:CMWAY) (CBA) sekarang mengharapkan proses akan mulai pada Desember 2021.

“Situasi COVID-19 AS yang memburuk akan membebani dolar karena situasinya ada yang lebih baik di tempat lain di negara ekonomi utama,” analis CBA menyatakan dalam catatan.

Sementara itu, dolar Australia tetap mendekati level tertinggi sejak 15 Juli sebelum Reserve Bank of Australia akan menurunkan keputusan kebijakan terbarunya pada hari Selasa.

National Australia Bank (OTC:NABZY) memperkirakan bank sentral akan mengurangi pembelian aset lagi pada pertemuan tersebut, “walaupun optik pengurangan aset di tengah penguncian yang berlarut-larut memberikan arti kemungkinan akan menjadi keputusan yang mendekati,” ujar analis Tapas Strickland dalam catatan.

Setelah reli dua minggu yang kuat, baik dolar Australia dan Selandia Baru “tampaknya telah dengan kuat menembus kisaran baru-baru ini,” tandas Strickland.

Dalam cryptocurrency, bitcoin tetap berada di sekitar $51.785,60 setelah mencapai $51.920 untuk pertama kalinya sejak 12 Mei sebelumnya. Undang-undang bitcoin El Salvador yang akan membuat alat pembayaran mata uang virtual itu legal di negara tersebut, akan mulai berlaku pada hari Selasa.

Source : id.investing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *