Dolar AS tetap menjaga penguatan dari sesi semalam pada Jumat (22/11) pagi dengan investor terus menunggu perkembangan seputar negosiasi perdagangan antara Cina-AS dan di tengah meningkatnya skeptisisme yang membayangi laporan kemajuan perundingan dagang tersebut.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (22/11) pagi, perdagangan mata uang cukup tenang pagi ini dan investor juga mengamati beberapa survei manufaktur global yang akan diterbitkan untuk mencari petunjuk seberapa besar dampak sengketa perdagangan AS-Cina merugikan perekonomian dunia.

USD/JPY Dollar menguat terhadap yen Jepang menjadi 108,58 yen dan stabil terhadap USD/EUR di $1,1064. Mata uang Aussie dan kiwi mendatar terhadap dolar AS masing-masing berada di $0,6789 dan $0,6404.

Terhadap sejumlah mata uang (US Dollar Index), dolar terakhir kali bertahan di 97,993.

Investor sebelumnya telah memperhitungkan prospek gencatan senjata sebagian dapat disepakati pada pertemuan puncak pertengahan November di Santiago, Chili. Tapi KTT itu dibatalkan dan sampai kini masih belum ada kejelasannya lagi.

Cina akan berusaha keras untuk menyelesaikan perselisihan kedua negara, tandas juru bicara Kementerian Perdagangan Gao Feng kepada wartawan, Kamis (21/11) kemarin.

Wall Street Journal juga melaporkan bahwa tim perunding utama AS telah diundang ke Beijing untuk membahas putaran baru perundingan dagang langsung. Hal ini meningkatkan harapan dan minat risiko lebih lanjut.

Yuan Cina, yang sangat sensitif terhadap berita perdagangan, stabil di 7,0303 per dolar dalam perdagangan luar negeri.

Source : investing.com