Dolar kembali melemah Selasa (10/09) pagi seiring dengan adanya laporan rencana stimulus Jerman, semakin berkurangnya kemungkinan no-deal Brexit dan harapan terobosan dalam perundingan perang dagang Cina-AS.

Menurut berita yang dilansir Reuters, Dolar Australia naik ke level tertinggi dalam enam minggu di $ 0,6875 dan pound juga mencapai level tertinggi dalam enam minggu di $ 1,2385 karena Undang-undang Inggris yang menghalangi keluarnya kesepakatan dari Uni Eropa diberlakukan.

Yen menyentuh level terendah dalam lima minggu di 107,46 per dolar. Pergerakan di awal perdagangan Asia masih lamban, perhatian banyak terfokus pada pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis, dengan prediksi akan dilakukan pelonggaran kebijakan moneter.

Investor juga menunggu data inflasi China sekitar pukul 10.30 WIB, yang diperkirakan menunjukkan penurunan harga pabrik tahun-ke-tahun, menambah argumen agar lebih banyak stimulus bank sentral.

Lembaga pemeringkat Fitch pada hari Selasa memangkas perkiraan pertumbuhan untuk Eropa dan Cina dengan catatan adanya peningkatan proteksionisme.

Harapan pasar mengenai terobosan didasarkan pada pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, yang mengatakan kepada televisi Fox bahwa ada “banyak kemajuan” dalam kesepakatan perdagangan AS dan Cina dan menekan bahwa pihak AS “siap untuk bernegosiasi”.

Pernyataan itu mendorong obligasi 10-tahun AS (US10YT = RR) ke level tertinggi tiga minggu.

Euro juga reli ke level $ 1,0167 menyusul laporan Reuters bahwa Jerman akan membentuk lembaga investasi publik untuk meningkatkan stimulus fiskal tanpa melanggar aturan pengeluaran nasional.

Sementara, Poundsterling sedikit melemah setelah parlemen Inggris memilih menghalangi tawaran Perdana Menteri Boris Johnson untuk pemilihan awal.

Source : investing.com