Dolar AS dan Euro tetap stabil Kamis (09/04) di tengah optimisme awal pandemi covid-19 yang diperkirakan sudah mencapai puncaknya. Hal ini terjadi meskipun mata uang euro terganggu oleh kegagalan Uni Eropa untuk menyetujui dukungan lanjutan bagi ekonomi kawasan yang melemah.

Meski tiga hari terakhir AUD/USD terus menguat, namun hingga pukul 09.11 WIB dolar Australia turun tipis 0,08% ke $0,6233 mengutip data Investing.com dan bergerak mendekati level tertinggi pertengahan Maret serta terus naik dari level terendah 17 tahun di $0,5510 yang dicapai tiga minggu lalu.

Melansir Reuters Kamis (09/04) pagi, EUR/USD naik tipis 0,01% ke 1,0857 setelah turun 0,35% pada Rabu. Pergerakan ini terjadi pasca para menteri keuangan Uni Eropa gagal menyepakati dukungan ekonomi lanjut guna membantu ekonomi kawasan yang terdampak covid-19.

Dua poin utama yang muncul dalam rapat menteri keuangan Uni Eropa itu yakni kondisi akses ke jalur kredit darurat untuk mendapat dana talangan kawasan euro dan gagasan menerbitkan utang bersama oleh blok tersebut, yang disebut “obligasi corona”.

Pagi ini indeks dolar AS naik tipis 0,01% ke 100,180 dan untuk sepekan ini mata uang AS ini telah turun nyaris 0,5% lantaran berkurangnya aliran permintaan safe haven atas mata uang AS ini. Tren pelemahan dolar ini terjadi di tengah meningkatnya harapan bahwa Eropa dan Amerika Serikat akan segera keluar dari periode terburuk pandemi covid-19.

Negara bagian New York pada Rabu setempat melaporkan mayoritas kasus virus di dunia terjadi di wilayahnya menyusul angka kasus di Spanyol, menurut data laporan.

Sementara, USD/IDR kembali melemah terhadap Dolar AS turun 0,32% ke level 16.200,0.

Source : investing.com