© Reuters.

Dolar Amerika Serikat makin melemah pada Senin (28/12) petang kala mencuatnya kabar bahwa Presiden AS Donald Trump telah menandatangani undang-undang bantuan COVID-19.

Indeks dolar AS kian melemah 0,24% di 90,032 menurut data Investing.com pukul 13.41 WIB. Adapun rupiah (USD/IDR) masih beranjak turun 0,12% ke 14.167,5 per dolar AS sampai pukul 13.16 WIB.

Trump telah mencuit di Twitter, “Kabar baik tentang RUU Bantuan COVID-19. Informasi untuk diikuti! ” sebelum adanya pengumuman bahwa ia telah menandatangani paket bantuan dan belanja COVID-19 senilai $2,3 triliun pada hari sebelumnya. Tindakan ini menyusul pengajuan RUU dari Dewan Perwakilan Rakyat AS dan Senat AS selama seminggu terakhir dan mencegah penutupan sebagian pemerintah federal.

Kongres AS juga akan memberikan suara untuk meningkatkan jumlah dana stimulus RUU menjadi $2.000 dari $600 saat ini. Jumlah yang “sangat kecil” itulah yang menyebabkan Trump mengancam akan menunda tanda tangannya.

Pasangan USD/JPY stabil di level 103,48. Ringkasan tinjauan Bank of Japan yang disuarakan selama peninjauan suku bunga Desember di awal bulan menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan terpecah tentang sejauh mana mereka harus melangkah dalam memeriksa kontrol kurva imbal hasil dan ada beberapa yang menyerukan peninjauan komprehensif terhadap kerangka kerja.

Pasangan AUD/USD menguat 0,24% di 0,7618 dan NZD/USD naik 0,14% ke 0,7133 pukul 13.47 WIB.

Pasangan USD/CNY turun 0,16% di 6,5306. Pasangan GBP/USD naik 0,10% ke 1,3561. Pergerakan poundsterling terjadi di tengah sentimen kesepakatan perdagangan pasca-Brexit yang dicapai antara Inggris dan Uni Eropa (UE) selama pekan sebelumnya.

Kesepakatan tersebut dilakukan sebelum tenggat waktu akhir tahun dan memberikan kelonggaran bagi investor sebelum liburan Natal. Namun, kesepakatan itu tidak mencakup sektor keuangan Inggris dan ada potensi kesepakatan itu dapat membuat Inggris semakin terpisah dari UE.

UE belum memutuskan apakah akan memberikan akses Inggris ke pasar keuangannya. Ini bisa mendorong nilai diskon yang telah membebani aset Inggris sejak memilih untuk meninggalkan UE pada 2016 berlanjut hingga 2021.

EUR/USD naik 0,17% ke 1,2225 pukul 13.51 WIB di mana beberapa investor masih tetap berpandangan bearish terhadap pound dan euro.

Kepala strategi FX Daiwa Securities, Mitsuo Imaizumi mengatakan kepada Reuters bahwa ia memperkirakan pound dan euro akan turun lebih lanjut terhadap dolar, masing-masing mencapai $1,30 dan $1,15 pada akhir musim panas.

“Terlepas dari kesepakatan Brexit, kabel akan turun. Membeli rumor, menjual fakta,”

Source : id.investing.com