Dolar Amerika Serikat lanjut naik pada Selasa (09/06) petang setelah aksi ambil untung menghentikan penguatan mata uang lain, sementara kenaikan yen menunjukkan investor ragu terhadap langkah kebijakan Federal Reserve berikutnya.

Sampai pukul 13.48 WIB, US Dollar Index naik 0,18% di 96,782 menurut data Investing.com dan USD/JPY kian melemah 0,46% ke 107,93.

Dari dalam negeri, rupiah USD/IDR lanjut turun 0,50% ke 13.955,0 terhadap dolar AS hingga pukul 13.08 WIB.

Mengutip Reuters Selasa (09/06) petang, yen melanjutkan tren kenaikan dari sesi sebelumnya didorong pertimbangan investor tentang kemungkinan bertambahnya pembelian obligasi – atau bahkan hanya pandangan yang sangat dovish – dari Fed yang akan melaksanakan rapat kebijakan pada hari Selasa dan Rabu setempat.

Sementara, AUD/USD makin turun 0,83% di 0,6961 pukul 13.54 WIB dan NZD/USD lanjut melemah 0,48% ke 0,6525. Pergerakan mata uang ini terjadi pasca Selandia Baru mengakhiri semua pembatasan sosial – kecuali wilayah perbatasan yang masih ditutup – setelah menyatakan negara bebas dari infeksi covid-19 pada Senin kemarin.

Pernyataan dari The Fed bakal diketahui pada pukul 18.00 GMT Kamis dini hari dan diikuti oleh konferensi pers setengah jam kemudian akan menjadi sorotan pasar.

Rapat Fed ini diharapkan tidak mengubah nilai suku bunganya dan, sejak angka pekerjaan minggu lalu, harga berjangka mengindikasikan investor telah meninggalkan ekspektasi penurunan suku bunga di bawah nol tahun depan.

Source : investing.com